Bisnisnews.net – Idul Adha 1447 H di Kampung Cikawung, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, berlangsung dalam suasana sederhana namun khidmat. Tanpa petasan dan panggung meriah, warga di kaki Gunung Gede itu memilih merayakan hari raya kurban dengan fokus pada nilai berbagi dan kebersamaan.
Sejak pukul 06.30 WIB, Masjid Jami Addalilus Saadah yang berada di tengah kampung sudah dipenuhi warga. Anak-anak tampil dengan baju koko baru, sementara bapak-bapak menggelar tikar seadanya. Nuansa kekeluargaan langsung terasa sejak takbir pertama berkumandang dari masjid kampung.
Salat Idul Adha dipimpin Ustadz Saadudin. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Pesan pengorbanan itu disimak khusyuk oleh seluruh jamaah yang hadir.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini terkumpul beberapa ekor kambing dari warga. Proses pemotongan dilakukan di area khusus yang dipersiapkan gotong royong sehari sebelumnya. Para pemuda dibagi tugas secara tertib, mulai dari memegang hewan hingga mendistribusikan daging.

“Di kampung kami, Idul Adha itu bukan soal meriah-meriahan. Yang penting dagingnya sampai ke warga, terutama yang kurang mampu. Itu sudah cukup,” ujar Bah Mulya ketua RT 004 RW 003.
Daging yang telah dipotong langsung ditimbang dan dikemas oleh panitia. Pembagiannya dilakukan door to door oleh pemuda agar setiap rumah mendapat jatah sama, tanpa melihat status ekonomi. Anak-anak pun dilibatkan membawa kantong kecil untuk tetangga, sebagai cara menanamkan nilai berbagi sejak dini.
Meski tanpa hiburan dan dekorasi, suasana kampung terasa hangat. Warga saling menyapa, bercanda, dan duduk bersama menikmati hari raya. Bagi mereka, kesederhanaan justru membuat Idul Adha lebih bermakna.
“Kalau meriah berlebihan, kadang maknanya hilang. Di sini kami ingin anak cucu tahu, Idul Adha itu tentang memberi, bukan tentang pamer,” kata Misbah yang akrab disapa Dodok, salah satu warga yang ikut membantu pembagian daging.
Perayaan berakhir menjelang sore dengan rasa syukur yang menyelimuti seluruh warga. Bagi Kampung Cikawung, esensi kurban terletak pada ketulusan hati, bukan kemewahan acara.***
Editor : M. Nabil
(Aab)