Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengambil langkah tegas dalam penanganan persoalan sampah dengan rencana penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di berbagai titik. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul yang saat ini kondisinya sudah melebihi kapasitas.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana mengatakan, sebelum penutupan TPSS diberlakukan, pemerintah akan lebih dulu menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, langkah tersebut diyakini mampu menekan volume sampah harian Kota Sukabumi yang mencapai sekitar 180 ton per hari. Sampah anorganik nantinya dapat disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang atau dijual kembali, sementara sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos maupun eco enzyme.
“Pemilahan sampah dari rumah diharapkan bisa mengurangi volume sampah secara signifikan. Sebelum TPSS ditutup, masyarakat akan diberikan edukasi terlebih dahulu mengenai cara memilah sampah,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Ia juga menyebutkan, penataan kawasan Lapangan Merdeka menjadi salah satu langkah yang sudah dilakukan pemerintah dalam upaya pengurangan sampah. Pasalnya, volume sampah dari kawasan tersebut setiap bulannya mencapai sekitar 108 ton.
Pemerintah Kota Sukabumi pun mengajak masyarakat untuk ikut mendukung kebijakan tersebut dengan tidak lagi membuang sampah di lokasi yang sudah resmi ditutup.
“Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama. Jika sudah ada tanda TPS ditutup, jangan lagi membuang sampah di tempat tersebut. Semoga pengelolaan sampah di Kota Sukabumi ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil