Bisnisnews.net – Di ujung selatan Sukabumi, Desa Sangrawayang pelan-pelan berubah wajah. Desa seluas 1.906 hektare ini punya modal besar: pantai, perbukitan hijau, curug, sampai tradisi nelayan yang hidup.
Secara geografis, Sangrawayang berada di koordinat 7°1’44,6″ LS dan 106°33’27,8″ BT, masuk wilayah Kecamatan Simpenan. Hingga Februari 2026, 3.055 jiwa tinggal di sini. Hidup mereka bertumpu pada laut dan ladang—perahu nelayan berangkat pagi, petani cabai, jagung, dan padi menggarap sawah siang.
Di bawah kepemimpinan Kades Muhtar dan Sekdes Encep Setiawan periode 2021-2027, desa ini menargetkan pariwisata jadi mesin utama PADes.
Dari visi besar ke aksi nyata
Visi Sangrawayang jelas: jadi destinasi wisata unggulan berbasis alam, bahari, budaya, dan kearifan lokal. Caranya? 7 misi dijalankan bareng warga, mulai dari pengembangan wisata berkelanjutan, pelestarian tradisi, sampai pemberdayaan UMKM.
“Kalau pariwisata maju, kesejahteraan 3.055 warga ikut terangkat otomatis,” tegas Kades Muhtar saat ditemui di kantor desa, Senin (11/5/2026).
2026 jadi tahun pembangunan*
Fokus tahun ini ada di akses dan ketahanan lingkungan. Jembatan Cipendeuy dipelihara, TPT dibangun, jalan Ciporekat dipadatkan, jalan Cibutun dicor. Kali juga dinormalisasi rutin biar ekosistem tetap terjaga.
Yang menarik, Sangrawayang mulai mandiri lewat WiFi BUMDES. Keuntungan layanan internet desa langsung masuk PADes dan diputar lagi untuk bansos serta infrastruktur. Ini jadi jembatan menuju program Desa Digital yang bakal mempermudah layanan administrasi.
UMKM naik kelas bareng IPB
Lebih dari 30 UMKM dan 10 KUB di Sangrawayang kini naik level. Lewat pelatihan bareng mahasiswa IPB University, hasil laut diolah jadi produk bernilai tambah: kerupuk cumi, kripik cumi, bakso, sampai nugget cumi.
“Kita akselerasi ke Desa Digital, tapi infrastruktur jalan dan fasilitas umum tetap dikebut. Biar Sangrawayang makin menarik di mata wisatawan,” kata Sekdes Encep Setiawan.
Modal wisata Sangrawayang
Desa ini punya paket lengkap:
– Wisata bahari & alam: mancing badong, Curug Semar, Pantai Sangrawayang
– Wisata religi & pandang: Vihara Kwan In, Sunset Hill, Loji Wood, POB Cibeas, plus view point estetik
Ke depan, jalan poros desa, jembatan penghubung ekonomi, masjid, MCK, dan gerai UMKM bakal dibangun. Promosi lewat medsos juga digencarkan.
Targetnya satu: bikin Sangrawayang mandiri dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan identitas desa pesisirnya.***
Editor : M. Nabil
(Aab)