Bisnisnews.net – Di sudut halaman Masjid Baiturrahman, aroma kuah hangat mie ayam milik Pak Asep selalu menggoda para jamaah dan warga yang melintas. Dengan gerobak sederhana yang mangkal di area masjid, pria berusia 56 tahun itu setia melayani pembeli sejak empat tahun terakhir.
Setiap hari, Pak Asep mulai menyiapkan dagangannya sejak pagi. Mie ayam racikannya dikenal memiliki cita rasa gurih dengan topping ayam yang melimpah, sehingga banyak pelanggan merasa puas meski hanya membayar Rp10.000 per porsi. Kesederhanaan gerobaknya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan setianya.
Lokasi yang berada di sekitar masjid membuat warung gerobak milik Pak Asep ramai dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari jamaah, pekerja, hingga pelajar. Di sela aktivitas ibadah dan rutinitas harian warga, mie ayam tersebut menjadi pilihan kuliner sederhana yang mampu menghangatkan suasana.
Selain rasa yang dinilai lezat, keramahan Pak Asep saat melayani pembeli juga menjadi alasan banyak pelanggan kembali datang. Dengan senyum khasnya, ia kerap menyapa pelanggan satu per satu sambil meracik mie ayam di balik gerobaknya.
Pak Asep mengatakan dirinya bersyukur masih bisa berjualan dan mendapat pelanggan setia hingga saat ini.
“Alhamdulillah, walaupun jualan sederhana di gerobak, saya senang masih banyak yang suka. Yang penting pembeli puas dan saya bisa tetap mencari rezeki halal,” ujar Pak Asep saat ditemui di area masjid, pada Kamis (7/5/2026).
Dalam sehari, Pak Asep mengaku mampu memperoleh omzet sekitar Rp100.000. Meski tidak besar, hasil tersebut cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun tetap bertahan berjualan karena merasa nyaman dengan suasana sekitar masjid dan dukungan pelanggan yang terus berdatangan.
Salah seorang pelanggan, Anwar (21), mengaku sering membeli mie ayam milik Pak Asep karena rasanya yang enak dan porsinya mengenyangkan.
“Rasanya enak, kuahnya gurih, terus porsinya juga pas. Harganya murah tapi kualitasnya bagus, jadi saya sering beli di sini,” kata Anwar.
Di tengah banyaknya kuliner modern yang bermunculan, mie ayam gerobak milik Pak Asep tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat sekitar Cisaat. Kesederhanaan, rasa yang khas, serta pelayanan ramah menjadi bukti bahwa usaha kecil di pinggir jalan pun mampu menghadirkan kehangatan bagi banyak orang.***
Editor : M. Nabil
(Ujeng)