Bisnisnews.net || Sebuah kedai bakso dan mie ayam di Jalan Raya Cimaja, Kecamatan Cikakak, mendadak ramai diperbincangkan warga. Bukan hanya karena kelezatan racikannya, namun karena sosok pemiliknya yang akrab disapa dengan nama “Jokowi”. Minggu, 3 Mei 2026.
Pemilik kedai tersebut sebenarnya bernama asli Joko W. Pria yang sudah berjualan bakso selama kurang lebih tujuh tahun ini sengaja menambahkan inisial “W” di belakang namanya untuk membedakan identitas dengan penjual bakso lain di wilayah yang sama, yang kebetulan juga bernama Joko.
Namun, masyarakat sekitar memiliki alasan tersendiri mengapa mereka memanggilnya Jokowi. Nama tersebut mulai melekat sejak masa pemilihan presiden beberapa waktu lalu, di mana Joko dikenal sebagai relawan aktif yang mendukung Presiden Joko Widodo. Antusiasmenya dalam berpolitik rupanya terbawa hingga ke identitas usahanya sehari-hari.
Di kedai sederhana ini, pengunjung tidak hanya disuguhi bakso dan mie ayam yang menggugah selera, tetapi juga beragam pilihan minuman segar seperti es jeruk, teh manis, hingga minuman sachet Jasjus yang menjadi favorit pelanggan saat cuaca terik.
Saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan, Joko menceritakan awal mula penyematan nama unik tersebut. Ia mengaku tidak keberatan, bahkan merasa nama itu membawa keberuntungan bagi usahanya yang sudah bertahan selama tujuh tahun.
“Nama aslinya Joko saja, tapi karena di sebelah juga ada yang namanya Joko, saya pakai ‘W’ biar pelanggan tidak tertukar. Kalau soal panggilan ‘Jokowi’ itu memang dari warga, mungkin karena dulu saya semangat jadi relawan pas Pilpres. Saya senang-senang saja, yang penting jualan berkah dan pelanggan nyaman makan di sini,” ujar Joko W.
Hingga saat ini, kedai Bakso dan Mie Ayam Joko W terus konsisten melayani pelanggan setia di lintasan Jl. Raya Pasundan, menjadi salah satu destinasi kuliner lokal yang ikonik dengan nuansa nama yang familiar di telinga masyarakat.***
Editor : M. Nabil
(Yosep)