Bisnisnews.net – Pekan Olahraga dan Seni Santri Madrasah Diniyah (Porsadin) ke-7 tingkat Kecamatan Nagrak resmi dibuka Camat Nagrak. Pembukaan digelar di Aula Bale Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026).
Pembukaan berlangsung meriah dihadiri Forkopimcam Nagrak, para kepala desa, tokoh agama, pengurus FKDT, dan ratusan santri. Aula Bale Desa Pawenang jadi saksi dimulainya kompetisi santri madin se-Kecamatan Nagrak.
Tahun ini Porsadin melombakan 13 jenis pertandingan. Terdiri dari 10 cabang seni dan keagamaan serta 3 cabang olahraga. Sebanyak 315 santri dari berbagai MDTA siap bertarung memperebutkan piala di tiap mata lomba.
Ketua DPAC FKDT Kecamatan Nagrak, Ustadz Ade Solihin, S.Pd.I, menyebut Porsadin ke-7 ini bersejarah. Kehadiran Camat, Forkopimcam, dan seluruh kepala desa jadi bukti dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan FKDT.
“Ini hari yang sangat membahagiakan dan bersejarah. Camat dan Forkopimcam turut hadir. Ini bukti dukungan luar biasa dari pemerintah Kecamatan Nagrak untuk kegiatan yang digagas FKDT,” kata Ade Solihin.
Menurut Ade, Porsadin adalah ajang pencarian bakat santri MDTA di bidang akademik maupun non-akademik. FKDT memfasilitasi pembinaan berjenjang mulai tingkat kecamatan hingga nasional.
“Kegiatan ini merupakan ajang pencarian bakat untuk para siswa MDTA. Untuk melihat prestasi mereka baik secara akademik maupun non-akademik. FKDT memfasilitasi mereka secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional,” tambahnya.

Ia menegaskan, Porsadin bentuk amaliah positif siswa dalam meningkatkan prestasi. Karena itu setiap MDTA di desa wajib mengirim utusan di tiap mata lomba agar potensi dan talenta santri terukur.
“Karena ini bentuk amaliah yang positif, sudah seharusnya setiap MDTA yang ada di desanya masing-masing untuk mengirimkan utusannya sesuai mata lomba yang ada. Sehingga, potensi serta talenta yang dimiliki siswa dapat terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Porsadin ke-7 tingkat Kecamatan Nagrak, Ustadzah Cucum Neti Sumiati, S.Pd, menyebut ajang ini jadi tolok ukur capaian pembelajaran santri. Baik akademik maupun non-akademik.
“Porsadin ini merupakan ajang ketercapaian kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat terlihat. Sehingga, pada akhirnya setiap madrasah bisa mengevaluasi dalam mengukur keberhasilan pembelajaran,” ungkapnya.
Ustadzah Cucum menjelaskan, 13 mata lomba yang dipertandingkan akan berjenjang ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Juara terbaik tiap cabang akan dikirim mewakili Nagrak ke tingkat kabupaten.
“Hasil lomba hari ini akan dilanjutkan kembali ke tingkat kabupaten, provinsi dan nasional sesuai dengan cabor dan mata lomba yang dipertandingkan. Mereka yang berhasil menjadi yang terbaik di cabangnya, akan kami kirim ke tingkat kabupaten,” jelasnya.
Ia berharap kekompakan dan dukungan semua pihak terus bertambah agar Porsadin semakin berkualitas. Ustadzah Cucum secara khusus mengapresiasi Kepala Desa Pawenang atas fasilitas tempat dan pendanaan.
“Semoga kebaikan yang sudah terlaksana ini, tidak terputus. Khususnya kepada Kepala Desa Pawenang yang telah banyak memberikan fasilitas baik tempat maupun pendanaannya. Semoga ke depannya pun, lebih baik lagi,” pungkasnya.***
Editor : M. Nabil
(Aab)