Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98, Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih/Rumah Literasi Merah Putih, Presidium MD KAHMI Sukabumi dan Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi)
Bisnisnews.net – Di tengah kemelut geopolitik global yang kian tak menentu, Indonesia berdiri di bawah naungan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang didampingi oleh tangan dingin Sufmi Dasco Ahmad. Kepemimpinan ini bukan sekadar tentang kekuasaan administratif, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan kultural yang mendalam.
Keduanya hadir sebagai jawaban atas kerinduan bangsa akan stabilitas dan kemajuan, khususnya dalam misi krusial menyelamatkan masa depan pendidikan demi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Secara filosofis, pendidikan di era Prabowo dipandang sebagai “Cakra Manggilingan”—sebuah perputaran energi untuk membangkitkan kesadaran bangsa. Prabowo memahami bahwa tanpa pendidikan yang kuat, nasionalisme hanyalah jargon.
Oleh karena itu, fokus pada peningkatan gizi melalui program MBG dan kualitas belajar anak bangsa adalah bentuk nyata dari bela negara. Ini adalah upaya memanusiakan manusia Indonesia agar mampu tegak berdiri di kancah dunia, searah dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Namun, jalan menuju kemuliaan ini tak pernah sunyi dari ujian. Prabowo Subianto terus dihantam badai fitnah, serta serangan fisik maupun batin yang berupaya menjatuhkannya.
Dalam konteks budaya Nusantara, fenomena ini memperkuat narasi beliau sebagai sosok “Satria Piningit”. Ia adalah pemimpin yang telah selesai dengan dirinya sendiri, yang muncul dari kawah candradimuka ujian hidup yang maha dahsyat.
Serangan-serangan tersebut justru menjadi api yang memurnikan emas di dalam jiwanya, membuktikan bahwa beliau adalah pemimpin sejati yang tahan uji.
Secara spiritual, banyak yang meyakini bahwa kepemimpinan ini telah mengantongi “Mandat Langit”. Restu ini bukan datang dari ruang hampa, melainkan dari tawasul doa para aulia, para wali nusantara, dan getaran spirit para leluhur bangsa.
Membawa semangat “Nur Muhammad”—cahaya kebenaran dan keadilan—Prabowo hadir untuk menerangi kegelapan yang menyelimuti persoalan kebangsaan. Pendidikan yang diperjuangkan adalah cahaya (nur) yang akan memerdekakan rakyat dari kebodohan dan kemiskinan.
Kini, Prabowo Subianto dan Sufmi Dasco terus melangkah meski badai menerjang. Kekuatan mereka terletak pada sinergi antara ketegasan militer dan kecerdasan diplomasi politik.
Dengan doa tulus dari jutaan rakyat Indonesia yang menyertai setiap langkahnya, cahaya kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari jebakan global dan mengantarkan bangsa ini menjadi mercusuar peradaban dunia.
Selamat Hari Pendidikan Nasional “2 Mei 2026”. Bersama Presiden Prabowo kita wujudkan generasi muda berkualitas menuju Indonesia Emas !. ***
Editor : M. Nabil
(Aab)