Bisnisnews.net || Sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kota Sukabumi resmi dilepas untuk bekerja di Kuwait dan Turki. Prosesi pelepasan dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).
Sebelum menuju negara penempatan, para CPMI yang mengikuti pelatihan di LPK Dwi Tunggal Jaya Abadi terlebih dahulu menjalani pembekalan akhir dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.
Dalam arahannya, Ayep Zaki mengingatkan pentingnya menjaga sikap profesional selama bekerja di luar negeri. Ia menekankan agar para CPMI menjunjung tinggi kejujuran, konsistensi, dan komitmen, serta mampu menjaga kebersamaan dengan sesama pekerja.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyampaikan bahwa proses keberangkatan akan dilakukan secara bertahap mulai 20 April 2026. Program ini merupakan bagian dari Bestari (Be Star International), yang dirancang sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.
“Ini mewakili 7 kecamatan, paling banyak dari Kecamatan Warudoyong dan Cibeureum. Kita doakan semoga sukses menggapai cita – cita di negara tujuan, dan kembali menjadi seseorang yang baru yang bisa merubah lingkungannya menjadi sejahtera, open minded, disiplin, dan mandiri, dan ke depannya kita ingin memfasilitasi sebanyak – banyaknya warga Kota Sukabumi,” jelasnya.
Perwakilan LPK Dwi Tunggal Jaya Abadi, Asep Sugiharto, menambahkan bahwa pembiayaan keberangkatan juga didukung melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Migran dari Bank BJB.
“Untuk Kuwait ada beberapa jenis pekerjaan seperti di restoran, hotel di antaranya housekeeping, waitress, dan spa therapist, tapi insyaallah disana syar’i, jadi aman. Untuk Turki itu khusus perhotelan,” ucapnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh peserta telah mendapatkan pelatihan yang memadai, termasuk pengenalan budaya negara tujuan. Menurutnya, peluang kerja di luar negeri masih terbuka luas, terutama dari negara-negara Eropa, sehingga pihaknya terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.***(RAF)
Editor : M. Nabil