Bisnisnews.net || Ramainya perbincangan soal pribahasa Sunda “geus lebaran, terbitlah undangan” kembali terasa di tengah masyarakat. Ungkapan tersebut menggambarkan kondisi pasca Hari Raya Idulfitri, di mana banyak warga menggelar hajatan, khususnya pernikahan.
Fenomena ini kerap menjadi perhatian karena meningkatnya jumlah undangan yang harus dihadiri, sekaligus berdampak pada pengeluaran masyarakat yang bertambah.
Tidak sedikit warga yang mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kewajiban sosial tersebut. Namun, di balik ramainya hajatan, terdapat pula berkah bagi sebagian masyarakat, khususnya para pedagang kecil.
Salah satunya dirasakan oleh Toha (45), warga Kampung Cibungur, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Toha mengaku momentum pasca Lebaran justru menjadi waktu yang paling dinantikan.
Setelah sebulan penuh tidak berjualan selama bulan Ramadan, ia kembali beraktivitas dengan berkeliling ke berbagai lokasi yang ramai, terutama tempat berlangsungnya acara pernikahan.
“Alhamdulillah, setelah Lebaran banyak hajatan. Jadi dagangan saya juga lebih laku dibanding hari biasa,” ujarnya, Senin (06/04/2026).
Sebagai pedagang asongan yang telah menekuni profesinya selama beberapa tahun, Toha memanfaatkan keramaian acara untuk menawarkan berbagai dagangannya kepada para tamu undangan.
Ia biasa mendatangi titik-titik keramaian di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Menurutnya, meningkatnya jumlah acara pernikahan secara langsung berdampak pada pendapatannya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, penghasilannya bisa melebihi hari-hari biasa di luar musim hajatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi sosial di masyarakat tidak hanya membawa konsekuensi bagi para tamu undangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Dengan demikian, di tengah meningkatnya pengeluaran masyarakat akibat banyaknya undangan, terdapat sisi lain yang membawa berkah bagi mereka yang jeli memanfaatkan peluang, seperti yang dirasakan oleh Toha dan pedagang lainnya di Kabupaten Sukabumi.***
Editor : M. Nabil
(IFU)