Bisnisnews.net || Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur SPPG Ciemas 02, Kabupaten Sukabumi, kini telah rampung dan resmi beroperasi. IPAL tersebut bahkan telah digunakan secara aktif selama kurang lebih dua pekan terakhir.
Rizal PIC Dapur SPPG Ciemas 02 menyampaikan bahwa proses pembangunan IPAL dilakukan dengan melibatkan tenaga profesional, termasuk konsultan dari dinas terkait yang berperan sebagai teknisi sekaligus desainer sistem IPAL.
“Alhamdulillah, IPAL di SPPG Ciemas sudah bisa digunakan dan sudah beroperasi sekitar dua minggu. Proses pengerjaannya melibatkan tenaga profesional, tidak hanya dari internal SPPG, tetapi juga konsultan dari dinas terkait,” ujarnya, Senin (02/02/2026).
Ia menjelaskan, secara teknis proses pengerjaan IPAL sebenarnya tidak memakan waktu lama. Namun, faktor cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi sempat menghambat proses pekerjaan sehingga penyelesaian mengalami sedikit keterlambatan.
“Waktu itu hujan cukup lama, sehingga pekerjaan sempat tertunda. Tapi sekarang semuanya sudah clear dan selesai,” jelasnya.
Pekerjaan IPAL tersebut meliputi pembuatan bak penampungan, pemasangan filter, hingga penyambungan seluruh aliran limbah air dari dapur agar tertampung dan mengalir melalui satu jalur pengolahan yang sama.
Terkait standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pihak SPPG Ciemas berharap adanya pemahaman bahwa pembangunan IPAL bukanlah pekerjaan sederhana dan membutuhkan anggaran yang cukup besar, terutama untuk memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
“Pembuatan IPAL itu tidak mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan spesifikasi yang diharuskan oleh BGN. Tapi karena ini aturan yang ditegaskan kepada para mitra dan yayasan, kami berkomitmen untuk menyelesaikannya,” katanya.
Ia bersyukur SPPG Ciemas 02 telah berhasil menuntaskan kewajiban tersebut dan berharap dapur-dapur SPPG lainnya, khususnya di Kabupaten Sukabumi, dapat segera menyusul. Menurutnya, masih banyak SPPG yang baru memiliki IPAL sederhana dan belum dilengkapi sistem filtrasi seperti yang diterapkan di SPPG Ciemas.
Untuk hasil pengolahan limbah cair, pihaknya mengklaim kualitas air hasil filtrasi IPAL sangat memuaskan. IPAL juga dilengkapi dengan jadwal perawatan rutin setiap tiga bulan guna memastikan air buangan tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Air hasil olahan IPAL sudah disaring dengan baik, tidak menimbulkan bau, serta tidak menjadi sumber penyakit. Tinggal kami rawat secara berkala,” tambahnya.
Selain limbah cair, pengelolaan limbah padat seperti sampah dan sisa makanan juga telah ditangani. Pihak SPPG telah menunjuk masyarakat sekitar yang bertanggung jawab dalam pengolahan limbah tersebut.
“Untuk limbah lainnya juga sudah ada penanggung jawabnya. Baik sampah maupun sisa makanan, semuanya sudah diatur dan dikelola bersama masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : M. Nabil
(IFU)