Bisnisnews.net || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama kemandirian fiskal Kota Sukabumi. Ia menargetkan capaian PAD hingga Rp650 miliar pada tahun 2026, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp535 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki usai memimpin Rapat Pimpinan Optimalisasi Peningkatan PAD yang digelar di Oproom Setda Kota Sukabumi, Rabu (7/1/2026). Menurutnya, penguatan PAD menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi dinamika fiskal nasional, termasuk kemungkinan penurunan transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Pemkot Sukabumi menerapkan strategi pengawasan dan pembinaan melalui pembentukan Tim 10 yang melibatkan kepala perangkat daerah. Tim ini difokuskan pada optimalisasi penerimaan dari sektor-sektor potensial seperti perhotelan, rumah makan, dan wajib pajak dengan kontribusi besar terhadap PAD.
Ayep Zaki menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Ia mengingatkan bahwa pajak tersebut merupakan dana yang dibayarkan masyarakat dan harus disetorkan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan.
“PBJT adalah amanah dari masyarakat. Pemerintah berkewajiban memastikan pengelolaannya tertib dan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan Pemkot Sukabumi tidak semata penindakan, melainkan pembinaan berkelanjutan. Setiap tim akan mendampingi puluhan wajib pajak, memberikan edukasi terkait regulasi, sistem pelaporan, hingga membantu perbaikan manajemen usaha.
Pemkot Sukabumi juga memperkuat sinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Sukabumi serta menjalin koordinasi dengan Kejaksaan sebagai bentuk penguatan pengawasan hukum jika ditemukan ketidakpatuhan.
“Penegakan hukum adalah langkah terakhir. Yang utama adalah membangun kesadaran dan kepatuhan,” tegas Ayep Zaki.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa optimalisasi PAD memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan program kesejahteraan masyarakat. Dengan kapasitas fiskal yang kuat, pemerintah daerah dapat lebih optimal membiayai pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Selain itu, Pemkot Sukabumi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi melalui promosi kota, penyelenggaraan berbagai event, serta perbaikan infrastruktur penunjang sektor jasa dan pariwisata.
Menutup arahannya, Ayep Zaki mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kolaborasi dan integritas dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, persatuan dan tata kelola yang baik menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang adil dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.*** (RAF)
Editor : M. Nabil