Wakil Wali Kota Sukabumi Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya Takbenda

Date:

Bisnisnews.net || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan pentingnya pelindungan dan pelestarian kebudayaan daerah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan dan Diseminasi Pengusulan Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang berlangsung di Grand Riung Kota Sukabumi, Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bambang Herawanto, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para budayawan dan pelaku seni budaya dari berbagai komunitas.

Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan bahwa Warisan Budaya Takbenda merupakan aset penting yang mencerminkan nilai luhur, kearifan lokal, serta praktik budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan WBTb menjadi penanda jati diri sekaligus karakter khas Kota Sukabumi.

“Warisan Budaya Takbenda adalah cerminan jati diri dan karakter masyarakat Kota Sukabumi. Nilai-nilai di dalamnya harus terus kita jaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujar Bobby.

Ia menyebutkan, berbagai capaian penetapan WBTb yang telah diraih Kota Sukabumi merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang konsisten melakukan pendataan, kajian, dan pengusulan. Upaya tersebut, kata Bobby, patut diapresiasi karena turut memperkuat posisi kebudayaan daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

“Saya mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari budayawan, akademisi, hingga perangkat daerah yang telah berkontribusi aktif dalam proses pengusulan Warisan Budaya Takbenda Kota Sukabumi,” katanya.

Sejumlah karya budaya Kota Sukabumi yang telah ditetapkan sebagai WBTb antara lain Uyeg, Mochi Sukabumi, Boles, Gotong Lisung, Gotong Sisig, serta Bahasa Widal. Selain itu, beberapa karya budaya lainnya juga tengah dalam proses penilaian untuk diusulkan sebagai WBTb Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Bobby menekankan bahwa pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda bukanlah tujuan akhir. Setelah penetapan, diperlukan komitmen bersama untuk memastikan warisan budaya tersebut terus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Penetapan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.

Melalui kegiatan sarasehan dan diseminasi ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap terbangun kesamaan persepsi dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, pelaku budaya, akademisi, serta masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi lintas sektor, sehingga kebudayaan dapat terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Sukabumi yang berkarakter dan berdaya saing,” pungkas Bobby.*** (RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

May Day 2026: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Dorong Disnakertrans Konsisten Lindungi Buruh

Bisnisnews.net || Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Usep, hadir...

Disnakertrans Sukabumi Kawal Keberangkatan Buruh ke Monas, Pastikan Aman dan Tertib 

Bisnisnews.net || Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)...

May Day 2026: OPSI Gelar Solidarity Touring di Palabuhanratu, Suarakan Sapta Layak Buruh

Bisnisnews.net - Peringatan May Day 2026 di Sukabumi berlangsung...

DPRD Kabupaten Sukabumi Peringati Hari Buruh 2026, Apresiasi Peran Pekerja dalam Pembangunan Daerah 

Bisnisnews— DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh...