Bisnisnews.net || Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman atau yang akrab disapa Fergus mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor di Tiga Provinsi, yaitu; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat disebabkan oleh rusaknya lingkungan. Fergus pun menyampaikan duka cita atas korban jiwa yang berjatuhan akibat bencana yang melanda di tiga provinsi tersebut.
Fergus memandang, kejadian ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk berbenah agar pengelolaan industri berorientasi lingkungan.
“Sudah saatnya untuk melakukan penataan kembali terhadap semua sistem regulasi yang terkait dengan usaha, yang ada kaitannya dengan lingkungan,” kata Fergus dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu 30/11/2025.
Fergus meminta, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk memperketat mekanisme pengelolaan tambang agar meminimalisasi dampak negatifnya ke ekologi. Presidium MD KAHMI Sukabumi periode 2025-2030 tersebut meyakini bahwa pengelolaan tambang bisa sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Saya meminta pemerintah pusat melalui kementerian ESDM dan dinas terkait dibawah nya untuk segera melakukan tindakan, langkah-langkah yang terukur, bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang kita yang ramah lingkungan,” pinta Fergus.
Dalam kesempatan itu, Fergus juga mengungkapkan rencana MD KAHMI Sukabumi untuk menyikapi banjir dan longsor di berbagai daerah. Dia mengatakan, MD KAHMI Sukabumi segera menggelar rapat koordinasi bersama kader-kader lainnya di daerah untuk terjun langsung ke lapangan.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda Tiga Provinsi tersebut diakibatkan adanya cuaca ekstrem, yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir yang terjadi dalam dua hari kemarin mengalir cukup deras dan menghantam rumah warga di beberapa daerah.
Bencana itu menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. “Arus air juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga,” kata Abdul melalui keterangan tertulis pada Rabu, 26 November 2025.
Banjir dan tanah longsor turut menyebabkan terputusnya akses jalan ke beberapa kabupaten/kota. Jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah juga terputus akibat bencana ini.***
Editor : M. Nabil
(Aab)