Bisnisnews.net– Pemerintah Kota Sukabumi berupaya memperkuat efektivitas pembangunan melalui penerapan Sistem Akselerasi Data dan Aksi Jawa Barat (SADA Jabar). Sistem ini diharapkan mampu memetakan persoalan masyarakat secara terperinci sehingga intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat mengikuti sosialisasi SADA Jabar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, secara daring di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi, Senin (2/11/2026).
Ayep menyambut baik gagasan tersebut dan berharap implementasinya dapat segera dilakukan di Kota Sukabumi.
“Saya mohon arahan agar program SADA Jabar yang digagas Pak Sekda Provinsi Jawa Barat ini dapat diimplementasikan di Kota Sukabumi. Saya akan melaksanakannya secara serius, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan agar warga semakin mandiri, serta pelayanan publik yang berkeadilan.
Dalam arahannya, Herman Suryatman menyebut keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kepemimpinan yang kuat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta nilai-nilai kebaikan dalam menjalankan pemerintahan.
“Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan agar pembangunan dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan akseleratif sehingga menghasilkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai silih asah, silih asuh, dan silih asih dalam membangun kolaborasi dan menjalankan pemerintahan,” ungkap Herman.
Ia mengibaratkan pembangunan sebagai pertunjukan orkestra, dengan wali kota sebagai konduktor dan perangkat daerah sebagai pelaksana yang harus bergerak dalam satu keselarasan.
“Setiap perangkat daerah harus memiliki kesamaan arah dan pemahaman dalam menjalankan program pembangunan. Salah satu fondasi pentingnya adalah ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan,” lanjutnya.
Melalui SADA Jabar, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan masyarakat menggunakan pendekatan by name by address. Berbagai masalah, mulai dari Anak Tidak Sekolah (ATS), pengangguran, kemiskinan, stunting, rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga tuberkulosis (TBC), dapat dipetakan untuk menentukan intervensi yang sesuai.
Sistem ini juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memberikan rekomendasi penanganan, termasuk pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi anak yang tidak bersekolah.
Herman turut mendorong Pemkot Sukabumi menyiapkan dashboard pemantauan untuk mengevaluasi perkembangan program. Camat dan lurah nantinya akan memperoleh akses sistem agar dapat mengidentifikasi persoalan di wilayah masing-masing serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Dalam pengendalian inflasi, salah satu rencana yang dibahas adalah pelaksanaan pasar murah pada 2027 sebanyak enam kali di setiap kelurahan, dengan jangkauan sekitar 200 titik.
Implementasi SADA Jabar diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.***(RAF)
Editor: M. Nabil