35 Tahun Mengabdi, Konsultan Asal Qatar Abed Saeed Baghazal Bangun 5 Masjid di Bogor dan Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net – Abed Saeed Baghazal, konsultan penyalur donatur asal Qatar, telah berjuang selama 35 tahun demi perbaikan keberadaan kaum Muslim di Indonesia.

Pria asal Timur Tengah yang berprofesi sebagai wira swasta dan kontraktor ini bekerja sebagai konsultan dan penyalur dana atau sumbangan dari para donatur asal Qatar untuk beberapa negara di Afrika dan di Indonesia.

“35 tahun yang lalu saya mendapat pekerjaan dari pemerintah Qatar dan Indonesia sebagai penyalur dan pengadaan alat-alat berat untuk proyek instalasi Gas di Qatar,” ujar Abed.

Faktor lain yang mendorongnya terjun menjadi konsultan penyalur bantuan adalah pertemuannya dengan Ahmad Riyaz Mukhtar, seorang kiai pengelola salah satu yayasan panti asuhan di Cihideung Bogor 30 tahun yang lalu.

“Sejak itu kami sepakat akan sama-sama berjuang membantu masyarakat Muslim di wilayah Bogor dan sekitarnya yang benar-benar memerlukan sarana dan prasarana pendidikan dan kerohanian Islam,” ungkapnya.

Meskipun sudah mengenal Ahmad Riyaz Mukhtar selama puluhan tahun, gagasan untuk melakukan kegiatan amal seperti membangun masjid, pusat hafalan Al-Quran, sekolah bahasa Arab dan panti asuhan, dimulai sejak tiga tahun lalu.

“Kami berkomitmen, saya sendiri tugasnya mencari donatur dan Saudara Ahmad yang mencari lahan dan kontraktornya,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, mereka mendapat kehormatan membangun dua masjid di Bogor. Dan dalam dua tahun berjalan ini, mereka sekaligus membangun tiga masjid lagi di Sukabumi.

“Satu masjid di daerah Palabuhanratu, satu di Cidarah Cibeureum Kota Sukabumi dan yang satu lagi di Desa Sudajayagirang Salabintana Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Selama ini, kata Abed, para donatur dari Qatar sudah memberikan sumbangan sebesar Rp 7,3 miliar lebih. Di antaranya adalah Bapak Mohamed Ali Al-Ansari (membangun dua masjid), Bapak Ismail Al-Maliki (dua masjid) dan Bapak Mohammed Ibrahim Al-Mulla (satu masjid).

Menurut pengakuannya, kegiatan amal ini harus ia lakukan setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

“Saya temukan bahwa ada praktek-praktek di lapangan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah Nabi. Ini seperti orang membaca Al-Quran tanpa memahami maknanya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia bersama Ahmad Riyaz Mukhtar yang juga Pimpinan Pontren RAJABS Cihideung Bogor ingin memberikan pembelajaran tentang ajaran Islam yang benar dengan membangun sarana dan prasarana yang diperlukan.

“Dalam menghadapi kegiatan ini saya mengurusnya tanpa imbalan dari siapapun. Saya bahkan menanggung sendiri seluruh biaya perjalanan, akomodasi dan transportasi saya. Dalam menjalankan kegiatan amal ini kami bergerak secara individualistis masing-masing tanpa bantuan pihak lain terutama soal keuangan semuanya kami niatkan hanya untuk ibadah,” pungkasnya.***

Editor: M. Nabil

(Abah Hamzah)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Libatkan Warga Desa, PLN Olah Limbah Jadi Biomassa untuk Gantikan 2,4 Juta Ton Batu Bara

Bisnisnews.net – PT PLN (Persero) melalui PT PLN Indonesia...

Dishub Sukabumi Pamer 4 Inovasi: KIR Online, Terminal Cibadak Ditata, hingga Parkir SOMEAH

Bisnisnews.net – Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi di bawah Kepala...

Pemasaran Jadi Kendala UMKM, DPRD Sukabumi Loka Tresnajaya Siapkan Pertemuan Lanjutan di Cicurug

Bisnisnews.net – Masalah klasik UMKM kembali mencuat dalam reses...

Dukung Sanitasi Layak, 50 Keluarga di Cisarua Sukabumi Dapat Bantuan Septic Tank

Bisnisnews.net – Peningkatan kualitas sanitasi permukiman menjadi salah satu...