Bisnisnews.net – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Sukabumi mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan investasi dan memperluas peluang usaha di daerah. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah adalah pengembangan kawasan industri seluas sekitar 60 hektare serta pembangunan kawasan perkotaan terpadu.
Gagasan tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri Musyawarah Kota (MUKOTA) V KADIN Kota Sukabumi Tahun 2026 sekaligus pengukuhan ketua terpilih periode 2026–2031 di Gedung Juang 45, Senin (12/10/2026).
Ayep menilai, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Karena itu, KADIN diharapkan mampu menjembatani kepentingan pemerintah dengan kebutuhan para pengusaha, sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi yang mendukung pertumbuhan bisnis.
“Pemerintah Kota Sukabumi akan merangkul seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama membangun perekonomian daerah. Ia juga mengajak KADIN memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal,” kata Ayep.
Dalam pemaparannya, Ayep mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan industri menjadi salah satu agenda yang ingin didorong untuk memperluas aktivitas ekonomi di Kota Sukabumi. Kawasan tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 60 hektare dengan membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk ikut mengambil bagian dalam kepemilikannya.
“Kepemilikan kawasan industri dapat melibatkan pengusaha lokal, termasuk melalui skema kepemilikan bersama, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas dan tidak hanya terkonsentrasi pada satu korporasi,” lanjutnya.
Selain kawasan industri, pemerintah daerah juga merancang pengembangan kawasan perkotaan terpadu yang diarahkan menjadi pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Sukabumi serta wilayah sekitarnya.
Ayep menginginkan pengusaha lokal dan pemerintah daerah terlibat sejak tahap perencanaan dan pengembangan kawasan tersebut, sebelum membuka peluang kerja sama dengan investor berskala besar.
“Kedua rencana tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan daerah, dan menghadirkan pusat kegiatan ekonomi yang representatif,” ucapnya.
Di luar pengembangan industri dan perdagangan, Ayep turut melihat potensi sejarah Kota Sukabumi sebagai aset yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Jejak institusi pendidikan kepolisian pada masa lalu, Museum Pegadaian, dan sejumlah situs bersejarah lainnya dinilai dapat dikembangkan sebagai daya tarik daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi yang mencapai 5,95 persen dengan tingkat inflasi sebesar 2,77 persen. Ia menilai, capaian itu perlu dipertahankan melalui kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, KADIN, dan para pelaku usaha.
MUKOTA V KADIN Kota Sukabumi Tahun 2026 dihadiri Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Barat Almer Faiq Rusydi beserta jajaran, Ketua KADIN Kota Sukabumi terpilih Elis Sugiarti, unsur Forkopimda atau perwakilan, pimpinan partai politik, perwakilan KADIN kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta sejumlah pimpinan organisasi dunia usaha, asosiasi profesi, pelaku usaha, dan mitra strategis.
Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, KADIN Kota Sukabumi diharapkan mampu memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, mendorong realisasi investasi, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Kota Sukabumi.***(RAF)
Editor: M. Nabil