Pupuk Indonesia Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional

Date:

Bisnisnews.net – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional melalui penyediaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Webinar “Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional”, Rabu 16 September 2026.

VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia, Robbin Radhian Lee mengatakan, bawang putih merupakan salah satu dari sepuluh komoditas yang mendapatkan dukungan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Ia menjelaskan, pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya bawang putih, dimana sesuai data BRMP pemupukan berkontribusi sekitar 25 persen terhadap produktivitas.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan lagi. Apalagi ada inisiatif dari Kementerian Pertanian untuk berkolaborasi dengan banyak pihak guna memperluas lahan tanam, dan kami siap mendukung melalui penyediaan agroinput,” kata Robbin.

Robbin menyebut bawang putih memiliki peran penting dalam ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani karena memiliki nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar yang stabil, dan potensi pengembangan yang besar.

Namun penguatan produksi dalam negeri masih menghadapi tantangan berupa tingginya ketergantungan impor. Lebih dari 90 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor berdasarkan data Kementerian Pertanian 2026.

Dalam budidaya, pemupukan berimbang menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan hingga pembentukan dan pembesaran umbi. Unsur nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur memiliki fungsi saling melengkapi, mulai dari mendukung pertumbuhan vegetatif dan akar, hingga meningkatkan kualitas dan daya simpan.

Untuk mencapai produktivitas 10-15 ton umbi basah per hektar, rekomendasi dalam webinar adalah aplikasi total 300 kilogram Urea Nitrea dan 600 kilogram NPK Phonska 15-15-15 secara bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman.

Pemupukan bertahap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara sekaligus mengurangi potensi kehilangan pupuk akibat penguapan maupun pencucian oleh air hujan.

Selain memastikan ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia juga mendorong produktivitas melalui Program Makmur. Program ini mengedepankan pendampingan budidaya terintegrasi, mulai dari akses agroinput dan praktik budidaya yang baik hingga dukungan pembiayaan dan akses pasar.

Saat ini Pupuk Indonesia juga tengah membangun pabrik NPK berbasis nitrat berkapasitas 100.000 ton yang akan beroperasi pada 2027, sebagai bentuk dukungan percepatan swasembada bawang putih baik melalui skema subsidi maupun nonsubsidi.

Sementara itu, Direktur Pembenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi mengatakan Indonesia memiliki pengalaman mencapai swasembada bawang putih pada era 1990-an.

Puncaknya terjadi pada 1995 ketika produksi nasional mencapai 152.421 ton. Capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk kembali membangun kemandirian bawang putih.

Semangat swasembada semakin kuat seiring arahan Presiden RI Prabowo Subianto pada 2026 agar kebutuhan bawang putih dapat dipenuhi secara mandiri.

Agung mengungkapkan kebutuhan bawang putih nasional pada 2025 mencapai 626.950 ton, sementara 525.640 ton masih dipenuhi melalui impor. Berdasarkan data BPS, produktivitas nasional saat ini berada di kisaran 6,39-8,16 ton per hektar, sedangkan target Menteri Pertanian mencapai 20 ton per hektar.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan pengembangan lahan secara bertahap, yakni 5.000 hektare pada 2026, meningkat menjadi 20.000 hektare pada 2027, 80.000 hektare pada 2028, dan 120.000 hektare pada 2029 dengan target produksi 630.000 ton.

Seiring perluasan areal, kebutuhan pupuk juga diproyeksikan meningkat dari 5.250 ton pada 2026 menjadi 111.300 ton pada 2029 yang terdiri atas Urea, SP-36, dan KCl.

“Kami berharap dengan pendekatan teknologi, benih bermutu, produktivitas bawang putih bisa meningkat,” kata Agung.***

Editor: M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Ikuti Touring Ngalongok Dulur di Lembur HJKS ke-156

Bisnisnews.net– Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengikuti...

Rangkaian Ngalongok Dulur di Lembur, Bupati: Bakti Sosial jadi Prioritas Kegiatan 

Bisnisnews.net - Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, bakti...

Jalan Santai Kolaborasi Milad KAHMI ke-60 dan Dies Natalis UMN ke-16 Diikuti 3.017 Peserta

Bisnisnews.net – Sebanyak 3.017 peserta dari berbagai kalangan mengikuti...

3.017 Peserta Padati Jalan Santai Milad KAHMI ke-60 dan Dies Natalis UMN Sukabumi ke-16

Bisnisnews.net – Sebanyak 3.017 peserta dari berbagai kalangan memadati...