Bisnisnews.net – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang beredar di media sosial.
Menurutnya, modus perekrutan yang berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kini semakin beragam dan sulit terdeteksi.
Modus Baru: Iklan Medsos Tanpa Penanggung Jawab
Sigit menjelaskan, perekrutan ilegal tidak lagi hanya dilakukan melalui calo atau perekrut langsung. Pelaku kini memanfaatkan celah di dunia digital.
“Kalau modus banyak cara. Bisa calo, bisa iklan di media sosial yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya, Rabu (02/09/2026).
Iklan-iklan tersebut biasanya menawarkan penghasilan besar, tetapi tidak mencantumkan identitas perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi, maupun proses keberangkatan yang jelas.
Jangan Mudah Percaya Iklan “Gaji Besar”
Karena itu, Sigit meminta masyarakat lebih kritis saat melihat informasi lowongan kerja.
“Jangan mudah percaya terhadap informasi lowongan kerja yang menawarkan penghasilan besar tetapi tidak menjelaskan secara transparan perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi kerja, maupun proses keberangkatannya.”
Jika ragu, warga diminta langsung mengonfirmasi ke Disnakertrans sebelum memutuskan.
Gunakan Kanal Resmi: Silent Center & Medsos Disnakertrans
Untuk meminimalisir risiko, Sigit mendorong masyarakat menggunakan kanal pencarian kerja resmi milik pemerintah.
Salah satu layanan yang tersedia di Kabupaten Sukabumi adalah Silent Center.
“Kalau aplikasi pencari kerja milik pemerintah biasanya resmi. Contohnya Kabupaten Sukabumi punya Silent Center,” tuturnya.
Selain itu, Disnakertrans juga rutin mengunggah info loker di media sosial resmi dinas. Semua informasi itu berasal dari perusahaan yang sudah mengajukan permohonan resmi.
“Jadi saya berharap sering-sering saja lihat medsos Dinas. Karena di situ saya yakini jelas dan real ya, apa jenis pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerjanya,” kata Sigit.
Dengan memanfaatkan kanal resmi, masyarakat diharapkan terhindar dari penipuan dan jerat TPPO. Disnakertrans menegaskan siap membantu mengecek legalitas setiap tawaran kerja yang diterima warga.***
Editor : M. Nabil
(Aab)