Muswil KAHMI 2026: Saatnya Kembali ke Khittah, Jadi Rumah Solusi Keumatan

Date:

Oleh: Aam Abdul Salam/ Presidium MD KAHMI Sukabumi/ Dewan Penasehat PWI Kab. Sukabumi/ Dewan Penasehat SMSI Sukabumi Raya

Bisnisnews.net – Musyawarah Wilayah MW KAHMI Jawa Barat periode 2026-2031 yang digelar di Bandung pada 7-9 Agustus 2026 harus diluruskan maknanya sejak awal. Muswil ini bukan sekadar panggung politik untuk berebut kursi kepengurusan. Lebih dari itu, Muswil adalah ruang ikhtiar kolektif untuk mencari solusi keumatan.

KAHMI lahir dari HMI dengan DNA intelektual dan nilai keislaman. Sejak awal, kita dididik untuk berpikir, berbuat, dan mengabdi. Maka wajar jika di setiap Muswil, harapan publik tertuju pada kami. Mereka bertanya: apa yang bisa KAHMI berikan untuk Jawa Barat?

Persoalan Keumatan Menumpuk

Persoalan keumatan di Jabar hari ini tidak sedikit. Kemiskinan, stunting, putus sekolah, pengangguran, hingga krisis moral di kalangan generasi muda. Jika KAHMI hanya sibuk dengan dinamika internal dan perebutan jabatan, maka kita telah kehilangan ruh kita sebagai alumni HMI.

Karena itu, pemimpin yang terpilih nanti harus punya orientasi yang jelas: mengabdi, bukan berkuasa. Jabatan di KAHMI bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk bekerja. Bekerja merumuskan gagasan, bekerja membangun jejaring, bekerja turun ke masyarakat.

Menyatukan Energi Kader Daerah

Sebagai Presidium MD KAHMI Sukabumi, saya melihat banyak kader di daerah yang sudah bergerak. Ada yang fokus di pendidikan, ada di UMKM, ada di dakwah dan sosial. Tugas MW KAHMI Jabar ke depan adalah menyatukan semua energi itu menjadi satu gerakan besar yang berdampak.

Muswil harus melahirkan program yang nyata dan terukur. Bukan sekadar 10 poin rekomendasi yang selesai dibacakan lalu dilupakan. Kita butuh program pemberdayaan ekonomi umat, penguatan pendidikan karakter, dan pendampingan kebijakan publik yang pro-rakyat.

Modal Besar KAHMI: Jaringan

Saya percaya, KAHMI punya modal besar. Jaringannya luas, dari legislatif, eksekutif, akademisi, hingga pengusaha. Jika jejaring ini dirawat dan digerakkan untuk solusi keumatan, maka KAHMI akan menjadi organisasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Maka, mari kita jaga Muswil ini tetap pada relnya. Debat gagasan boleh, berbeda pilihan wajar. Tapi jangan sampai kita terjebak pada politik praktis yang mengorbankan persaudaraan. Karena musuh kita bukan sesama kader, tapi kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan.

Penutup

KAHMI Jawa Barat harus menjadi rumah solusi. Rumah di mana setiap masalah umat dibahas, dicarikan jalan keluarnya, dan kemudian ditindaklanjuti. Bukan rumah untuk pencitraan, bukan panggung untuk popularitas.

Semoga dari Muswil 2026-2031 ini lahir pemimpin dan program yang berpihak pada umat. Pemimpin yang bekerja dalam senyap tapi hasilnya dirasakan. Itulah KAHMI yang kita cita-citakan. KAHMI yang melayani, bukan dilayani.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

332 Eks Karyawan PT Wilton & BBP di Sukabumi Menanti Hak Rp8,4 Miliar, DPRD dan Pemkab Didesak Tegas

Bisnisnews.net - Rasa lelah dan kecewa kini menyelimuti 332...

HUT RI ke-81: Gema PS Sukabumi Ajak Petani KTH Optimalkan Lahan Perhutanan Sosial

Bisnisnews.net - Hari ini, di bawah langit Agustus yang...

BIAS Kembali Digelar di Kota Sukabumi, Wali Kota Dorong Partisipasi Orang Tua

Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan akan...

Bedog Kala Petok Khas Sukabumi, Pusaka Sarat Makna yang Kini Mendunia Lewat Pengakuan WBTb Indonesia

Bisnisnews.net – Pengakuan Bedog Kala Petok sebagai Warisan Budaya...