Membaca Isyarat Langit dari Sakawayana: Merawat Nusantara, Mengawal Mandat Kebangsaan Prabowo Subianto

Date:

Bisnisnews.net – Malam itu, deburan ombak Pantai Sakawayana tidak sekadar menjadi latar suara. Di bawah langit Kamis, 1 Juni 2026, selepas gema selawat dalam acara Muharam Bersholawat mereda, sebuah ruang refleksi kultural dan spiritual digelar secara santai namun sarat makna.

Diskusi ini mempertemukan para pemikir, aktivis, dan penggerak literasi Nusantara. Hadir di antaranya Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98/KAHMI/KNKE), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih/CEO wartain.com), HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Yosep Maulana (Aktivis Mahasiswa), dan M. Rafi Asyam (Bisnisnews.net).

Dari beranda Palabuhanratu, sebuah pesan ideologis dipancarkan: generasi hari ini wajib membaca kembali utang sejarahnya kepada para leluhur.

Ontologi Syukur: Warisan Kosmik para Leluhur

Secara filosofis, eksistensi Indonesia hari ini bukanlah sebuah kebetulan ruang dan waktu. Indonesia adalah buah dari laku spiritual, tetesan darah, dan pengorbanan kosmologis para leluhur Nusantara. Bung Karno pernah mengingatkan kita dalam pidatonya, “Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik sekelompok orang, bukan milik suatu agama… milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!

“Kesadaran inilah yang mendasari diskusi di tanah Sakawayana yang sarat nilai mitis dan historis. Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan pentingnya menoleh ke belakang untuk melangkah ke depan.

“Kita sebagai generasi hari ini harus senantiasa bersyukur akan semua karunia yang telah diberikan pada negeri ini. Ini adalah buah perjuangan dan pengorbanan dari para leluhur Nusantara, para pendiri bangsa Soekarno-Hatta, Soemitro Djojohadikusumo ayahanda Presiden Prabowo, para raja Nusantara yang ikhlas meleburkan kuasanya, serta para ulama dan wali aulia Allah,” ujar Anto dengan nada takzim.

Secara filosofis, pandangan ini sejalan dengan konsep etika syukur dari filsuf Friedrich Nietzsche yang menyebutnya sebagai Amor Fati—mencintai takdir dan menghormati akar historis yang membentuk kita.

Mengabaikan warisan spiritual ini adalah bentuk kufur nikmat terbesar sebuah bangsa. Dalam khazanah Islam, hal ini dipertegas oleh Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin: “Syukur adalah menggunakan nikmat Allah untuk menaati-Nya dan menjaga amanah-Nya.”

Ekologi Budaya dan Daulat Geopolitik: Manifestasi Pasal 33 UUD 1945

Menjaga Nusantara berarti merawat tanah, air, dan udara yang terkandung di dalamnya. Secara budaya, masyarakat Nusantara menempatkan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan ruang hidup yang sakral.

Oleh karena itu, tajuk spiritual dari Sakawayana ini menuntut pengejawantahan mutlak Pasal 33 UUD 1945. Sang Begawan Ekonomi, Soemitro Djojohadikoesoemo, dalam gagasan ekonominya selalu menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada rakyat kecil. Konsep ini diejawantahkan secara lugas oleh Sekjen PPJNA 98, Aam Abdul Salam.

“Bentuk syukur konkret atas karunia bangsa ini adalah dengan menjaga merawat kekayaan alam Nusantara, menjaga kedaulatan, dan memperkuat persatuan nasional. Kita harus memastikan kekayaan alam Indonesia digunakan sepenuhnya untuk kepentingan negara dan kemakmuran rakyat, salah satunya melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo,” jelas Aam Abdul Salam.

Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com) turut mengamini dari kacamata sosial-media:
“MBG bukan sekadar program sosial, ini adalah langkah kebudayaan untuk memastikan anak-anak Indonesia dan masyarakat rentan mendapatkan hak gizi mereka. Media harus mengawal ini sebagai pemenuhan janji kemerdekaan,” ucapnya.

Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih menambahkan dimensi literatifnya: “Menyuapi anak bangsa dengan makanan bergizi adalah cara paling radikal untuk menghormati masa depan negeri. Tanpa gizi yang cukup, literasi dan kecerdasan bangsa hanyalah angan-angan.”

Presiden Prabowo dan “Tugas Langit”

Secara spiritual, kepemimpinan adalah takdir yang berkelindan dengan mandat kosmik. Pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada rakyat, tetapi juga kepada sejarah dan Tuhan. HM Fikrie dari Majelis Sholawat Cahaya Nusantara menarik benang merah spiritual ini pasca-acara berselawat.

“Presiden Prabowo saat ini sedang melaksanakan ‘tugas langit’. Beliau sedang menjalankan semua amanah leluhur Nusantara dan amanah reformasi. Ketika seorang pemimpin bergerak atas dasar itu, maka dimensi spiritual ikut menopangnya,” ungkap HM Fikrie.

Namun, jalan menuju Indonesia yang kuat, maju, adil, dan sejahtera tidak pernah sepi dari rintangan. Diskusi malam itu mengidentifikasi adanya tantangan geopolitik dan domestik yang menghadang. Yosep Maulana, mewakili suara aktivis mahasiswa, memberikan peringatan keras.

“Semua kekuatan rakyat harus bersatu padu menghadapi berbagai ujian dan ‘tangan-tangan jahat’ yang tidak mau Indonesia jadi negara kuat, maju, adil, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Mahasiswa dan pemuda harus menjadi garda terdepan penangkal rongrongan tersebut,” tegas Yosep.

Pandangan ini diperkuat oleh M. Rafi Asyam (Pemilik Bisnisnews.net) dari sisi ketahanan informasi.

“Di era digital, ‘tangan-tangan jahat’ itu bekerja lewat narasi perpecahan. Kita harus menggunakan literasi dan media untuk merapatkan barisan nasional, mendukung penuh jalannya amanah kepemimpinan ini,” pungkas Rafi.

Melihat fenomena tantangan kepemimpinan ini, kita teringat petuah filsuf politik Niccolò Machiavelli yang menyatakan bahwa seorang pembaru (pemimpin yang membawa perubahan besar) akan selalu menghadapi musuh dari mereka yang diuntungkan oleh sistem lama. Oleh karena itu, persatuan adalah kunci mutlak.

Dari ombak Palabuhanratu kita belajar: riak boleh saling berbenturan di tengah laut, namun pada akhirnya mereka harus menyatu menghantam karang dan membasahi pantai yang sama: Indonesia Raya. (Rd.Ratu Dinar Nusantara)***

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup Sukabumi Dorong Santri Terus Menebar Manfaat

Bisnisnews.net – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri kegiatan...

Dishub Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Bisnisnews.net – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang...

DPRD Kabupaten Sukabumi Sampaikan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Bisnisnews.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi...

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Bisnisnews.net - Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menyosialisasikan Program BEREHAN...