Bisnisnews.net – Suasana Musyawarah Cabang IV DPC Partai HANURA Kota Sukabumi, Jumat 26 Juni 2026, berlangsung satu suara. Tanpa perdebatan panjang, seluruh peserta aklamasi menetapkan Bayu Waluya kembali sebagai Ketua DPC untuk periode 2025–2030.
Keputusan itu jadi sinyal kuat. Kader menilai kepemimpinan Bayu selama ini sudah on track: konsolidasi jalan, struktur bergerak, dan komunikasi ke masyarakat terus dibangun. Karena itu, gak ada alasan mengganti nahkoda.
Muscab kali ini juga terasa “full team”. Turun langsung jajaran DPP dan DPD Jawa Barat. Ada Budi Hermansyah dari DPP, Ketua DPD Jabar H. Dian Rahadian, Sekretaris DPD Cecep Lukmanul Hakim, sampai jajaran wakil ketua dan wakil sekretaris DPD. Komplit.
Usai ditetapkan, Bayu langsung to the point. Ia bilang periode ini bukan buat “main aman”. Targetnya jelas dan menantang: mendongkrak kursi DPRD Kota Sukabumi dari 1 menjadi 5 kursi di Pileg mendatang.
Angka 5 itu bukan sekadar retorika. Menurut Bayu, kunci capainya cuma tiga: kerja politik serius, konsolidasi internal solid, dan kedekatan nyata dengan warga. “HANURA harus hadir setiap hari, bukan cuma pas pemilu,” tegasnya.
Untuk mewujudkan itu, PR pertama Bayu adalah “merapikan rumah”. Ia berkomitmen merevitalisasi struktur partai total. Mulai DPC, PAC, ranting, sampai anak ranting. Semua harus aktif dan punya peran, bukan pajangan.
Logikanya sederhana: mesin politik kuat kalau rantingnya hidup. Kalau rantingnya hidup, aspirasi warga cepat nyampe ke atas. Dari situ kepercayaan publik ke HANURA bisa dibangun ulang, pelan-pelan tapi pasti.
Arahan dari Jawa Barat juga senada. Ketua DPD Jabar H. Dian Rahadian mengingatkan jati diri HANURA: partai pengabdian. Politik bagi HANURA bukan panggung pencitraan, tapi jalan khidmat melayani rakyat.
“Jangan pernah mengkhianati amanah rakyat,” pesan Dian ke seluruh kader yang hadir. Ia mendorong pengurus baru memperluas komunikasi publik dan membuat program kerja yang langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar di atas kertas.
Dengan struktur diperkuat dan target jelas, HANURA Kota Sukabumi seolah pasang “mode tempur” lebih awal. Lima tahun ke depan akan jadi masa krusial untuk membuktikan apakah target 5 kursi itu mimpi atau kerja nyata.
Bayu sadar tantangannya berat. Tapi ia yakin, kalau semua lini dari anak ranting sampai DPC bergerak bareng, kenaikan kursi legislatif itu bukan hal mustahil. Tinggal soal konsisten dan mau turun ke lapangan.
Muscab IV pun ditutup dengan semangat baru. Kepemimpinan berkelanjutan, struktur diperkuat, orientasi ke rakyat tetap jadi napas perjuangan. Kini bola ada di tangan seluruh kader HANURA Kota Sukabumi untuk membuktikan aklamasi itu tepat.***
Editor : M. Nabil
(Aab)