Bisnisnews.net – Universitas Madani Nusantara UMN langsung tancap gas setelah menerima SK No. 59 Tahun 2026 tentang perubahan bentuk dari Institut menjadi Universitas. Sabtu 6/6/2026 kampus menggelar visitasi Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam MPI, prodi doktoral pertama di UMN sekaligus satu-satunya di Sukabumi dan sekitarnya.
Rektor UMN Prof. Dr. Endin Nasrudin, M.Si menjelaskan, pembukaan prodi S3 adalah konsekuensi logis alih status. Dengan status universitas, UMN wajib membuka layanan pendidikan jenjang tertinggi agar masyarakat Sukabumi punya opsi melanjutkan studi tanpa harus keluar daerah.
“Pendirian prodi tersebut merupakan konsekuensi dari alih status institut ke universitas sehingga masyarakat Sukabumi dan sekitarnya menjadi opsi untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Prof. Endin.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMN Prof. Dr. H. Asep Saepul Muhtadi, M.A menambahkan, S3 MPI hadir untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi. Selama ini calon mahasiswa doktor harus menempuh jarak jauh. Kini layanan doktoral bisa diakses langsung di Kota Sukabumi.
“Ini adalah prodi S3 satu-satunya di Sukabumi dan sekitarnya. Adapun tujuan dari dibukanya prodi S3 tersebut adalah untuk meningkatkan dan mendekatkan layanan pendidikan tinggi khususnya S3 kepada masyarakat Kota Sukabumi dan sekitarnya,” ujar Prof. Asep.
Visitasi dihadiri langsung jajaran Kementerian Agama RI. Kasubdit Akademik Dr. A. Rafik Zainul Mun’in, M.Pd hadir memantau kelayakan akademik dan sarana prasarana prodi baru.

Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. M. Arskal Salim GP, M.Ag secara resmi membuka acara visitasi. Dalam sambutannya ia menekankan tiga harapan besar kepada UMN:
1. UMN harus menjadi pabrik SDM yang berkualitas. Lulusan S3 MPI dituntut siap bersaing di era global, tidak hanya menguasai teori tapi juga mampu memimpin perubahan di lembaga pendidikan.
2. Pendirian S3 MPI bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik kampus. Prodi ini harus menjawab kebutuhan masyarakat Sukabumi dan sekitarnya untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas, relevan, dan berdaya guna.
3. Prodi ini harus meningkatkan kualifikasi pimpinan lembaga pendidikan Islam. Mulai dari madrasah, pesantren, hingga sekolah Islam diharapkan memiliki pemimpin yang berlatar doktor dan berwawasan manajerial.
Kehadiran pejabat Kemenag, asesor, dan tim akademik UMN menandai keseriusan kampus dalam menyiapkan prodi doktoral. Visitasi menjadi tahap penting sebelum izin penyelenggaraan resmi terbit.
Jika lolos visitasi, S3 MPI UMN akan menjadi pionir pendidikan doktor di Sukabumi. Masyarakat dan para pengelola lembaga pendidikan Islam kini punya rumah baru untuk menempuh gelar tertinggi tanpa meninggalkan daerah.***
Editor : M. Nabil
(Aab)