Banjir dan Longsor Sukabumi Semalam Lumpuhkan Akses Ekonomi Warga

Date:

Bisnisnews.net – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Minggu malam (24/05/2026), hingga Senin dini hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Bencana ini memutus akses jalan utama dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, terutama di wilayah selatan.

Akses Jalan Putus, Warga Terisolasi

Di Dusun Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, longsor dan banjir bandang yang terjadi selama dua hari terakhir menghancurkan jalan dan jembatan penghubung utama. Akibatnya, sembilan RT di wilayah tersebut terisolasi total.

“Sembilan RT terdampak, parahnya RT 22 sampai 25, itu longsor dan jembatan putus. Kalau 17 sampai 19, jalannya longsor,” kata Dede Saripudin, warga setempat.

Material longsor menimbun badan jalan hingga sebagian jalan utama hilang terseret arus. Jembatan penghubung antar-kampung dilaporkan hanya menyisakan pondasi, sehingga warga tidak bisa keluar masuk untuk bekerja maupun mendistribusikan hasil tani.

Aktivitas Pasar dan Distribusi Terganggu

Di wilayah Cibadak dan Sukaraja, luapan Cicatih dan Sungai Cimandiri merendam ruas jalan utama dan area pasar. Ketinggian air mencapai 40 cm membuat pedagang terpaksa menutup lapak lebih cepat. Truk pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok juga tertahan, menyebabkan harga bahan pangan di beberapa titik naik.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 3 titik jalan utama tertutup material longsor dan 2 jembatan putus di wilayah selatan. Kondisi ini memutus rantai distribusi barang dari Palabuhanratu menuju pusat kota Sukabumi.

Penanganan Darurat

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tim sudah dikerahkan untuk asesmen dan pembukaan akses darurat.
“Hingga saat ini kami masih mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk pembersihan material longsor. Prioritasnya membuka akses ekonomi warga,” ujarnya.

Kemensos juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa tenda, selimut, kasur, dan paket sandang untuk warga terdampak. Tim Tagana, Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan untuk evakuasi dan distribusi bantuan.

Ekonomi Lokal Lumpuh Sementara

Akibat putusnya akses, aktivitas jual beli di pasar tradisional Palabuhanratu dan Simpenan lumpuh. Nelayan tidak bisa melaut, petani kesulitan mengirim hasil panen, dan distribusi BBM terhambat. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk sementara memanfaatkan jalur alternatif dan menghindari area rawan longsor.

BMKG memperingatkan potensi hujan lanjutan hingga sore hari, sehingga risiko banjir susulan dan longsor masih tinggi. Warga di bantaran sungai dan lereng bukit diminta meningkatkan kewaspadaan.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jelang Idul Adha 1447 H, Harga Daging dan Cabai di Pasar Panggeleseran Melambung

Bisnisnews.net – Jelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, sejumlah...

Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi

Bisnisnews.net - Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi dinilai...

Syukuri Persib Juara, Pedagang Bubur Keliling di Sukabumi Pilih Berbagi Gratis ke Warga

Bisnisnews.net - Kemenangan Persib Bandung menutup musim 2025/2026 dengan...

IPSI Sukabumi Cetak Pesilat Masa Depan

Bisnisnews - Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten...