Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak Persatuan Wartawan Indonesia kembali memperkuat perannya dalam pembangunan daerah. Dorongan itu disampaikan Kepala Diskominfo Yulipri saat menghadiri Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16 Mei 2026, mewakili Bupati Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Yulipri membacakan pesan Bupati yang berhalangan hadir. Bupati berharap PWI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan informasi pembangunan secara akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Pak Bupati berhalangan hadir dan mewakilkan saya pada Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi. Beliau berharap PWI kembali berkiprah mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujar Yulipri.
Ia menilai di era digital saat ini, peran media semakin menentukan arah opini publik. Informasi yang beredar tidak hanya cepat, tetapi juga kerap tidak terverifikasi, sehingga membutuhkan penyaringan dari insan pers profesional.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya peran PWI sebagai sumber informasi yang edukatif dan mencerdaskan. Media diharapkan mampu menyajikan berita yang membangun, menenangkan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pak Bupati ingin Persatuan Wartawan Indonesia terus mendukung pembangunan daerah dengan memberikan informasi positif kepada masyarakat, sekaligus mengedukasi dan meningkatkan literasi publik,” katanya.
Yulipri juga mengingatkan agar setiap jurnalis tetap berpegang pada kode etik dalam menjalankan tugas. Kode etik menjadi pijakan utama agar publik mendapatkan berita yang berimbang, faktual, dan dapat dipercaya.
“Terkait kode etik jurnalistik, kami berharap setiap media dapat memegang teguh prinsip-prinsip dasar jurnalistik tersebut,” tegasnya.
Konferensi ini disebut sebagai langkah penting untuk mempererat hubungan kerja antara pemerintah dan insan pers. Hubungan yang harmonis dinilai penting untuk menjaga kualitas ruang informasi di Kabupaten Sukabumi.
Pemkab optimistis, kolaborasi antara pemerintah dan PWI akan membantu masyarakat menerima informasi berkualitas. Informasi yang sehat dan kredibel diharapkan mampu menjadi benteng melawan hoaks di ruang digital.***
Editor : M. Nabil
(Aab)