Bisnisnews.net – Bukan bagi-bagi sembako. Sukabumi Factory pilih ajarkan warga Cicurug cara panen di teras rumah. Selasa (12/5/2026), perusahaan itu mulai jalankan program kemandirian pangan rumah tangga bareng Pemdes, PKK, dan tokoh warga.
Caranya sederhana: maksimalkan jengkal tanah yang ada. “Jangan remehkan pekarangan. Dari situ dapur bisa hidup,” kata Head of Corporate Communication Sukabumi Factory, Wahyu Aji di sela sosialisasi.
Selama Mei–Agustus 2026, warga akan dilatih dua hal sekaligus. Pertama, tanam sayur harian seperti kangkung, sawi, dan cabai di pot atau polybag. Kedua, pelihara lele dengan sistem hidroponik vertikal yang tak butuh kolam besar.
Wahyu bilang, idenya datang dari keluhan klasik: harga ke pasar tiap hari naik-turun. “Kalau warga bisa petik sayur sendiri dan ambil lele dari ember, pengeluaran makan otomatis turun. Itu kemandirian yang nyata,” ujarnya.
PKK Desa Cicurug bakal jadi ujung tombak. Kader tiap RT didorong bikin demplot percontohan, biar tetangga bisa lihat langsung: 1 meter persegi bisa hasilkan sayur untuk seminggu.
Bagi Pemdes, program ini nyambung dengan agenda ketahanan pangan desa. “Kami tidak mau warga cuma jadi konsumen. Warga harus jadi produsen, minimal untuk dapurnya sendiri,” kata perwakilan Pemdes.
Sukabumi Factory tak lepas tangan usai pelatihan. Tim pendamping akan cek progres tiap bulan sampai warga panen perdana. Bibit, nutrisi hidroponik, dan benih lele disiapkan gratis tahap awal.
Targetnya bukan statistik. “Kalau satu rumah bisa hemat Rp15 ribu sehari dari hasil kebun sendiri, sebulan sudah Rp450 ribu. Itu uang sekolah, uang listrik,” tegas Wahyu.***
Editor : M. Nabil
(Aab)