Bisnisnews.net – Antisipasi pergerakan tanah di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, terus dimatangkan. Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi bersama DPTR, BPBD, dan Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi turun langsung memetakan zona rawan, Senin (11/5/2026).
Peninjauan fokus pada lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Perhutani. Tim gabungan menyisir titik-titik dengan topografi curam dan struktur tanah labil, sekaligus menelusuri riwayat kejadian longsor sebelumnya di Ciengang.
“Tugas kami pastikan batas kawasan hutan yang bersinggungan dengan permukiman rawan longsor. Kalau ada potensi pergeseran, harus diantisipasi sejak awal,” kata Administratur KPH Sukabumi, Dedi S.J. Mulyatno. Ia menegaskan Perhutani siap mendukung penuh skema mitigasi Pemkab Sukabumi.
Di lapangan, tim tak hanya melihat kontur tanah. Kabid Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Rudi, menyebut pihaknya bersama DPTR, BPBD, dan Muspika mengecek langsung drainase alam, retakan tanah, serta dampak longsor yang pernah terjadi. “Data ini jadi dasar untuk langkah teknis. Apakah perlu penguatan lereng, relokasi, atau rekayasa vegetasi,” ujar Rudi.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengapresiasi keterlibatan KPH Sukabumi. “Kehadiran Perhutani sangat bantu kami petakan tingkat kerawanan. Karena banyak titik rawan itu pas di perbatasan hutan,” kata perwakilan BPBD, Odang. Hasil peninjauan, lanjutnya, akan segera dibawa ke rapat koordinasi untuk ditentukan intervensi prioritas.
Kolaborasi lintas instansi ini ditargetkan jadi fondasi mitigasi permanen. Selain selamatkan warga, upaya ini sekaligus menjaga fungsi lindung kawasan hutan. “Mitigasi tidak bisa sendiri-sendiri. Hutan aman, warga juga aman,” tegas Dedi.
Ke depan, Pemkab Sukabumi akan menyusun peta risiko detail Ciengang sebagai rujukan pembangunan berbasis kebencanaan. Warga diimbau waspada saat curah hujan tinggi dan segera lapor jika muncul retakan baru di tanah atau bangunan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)