Halal Bihalal Barikade :98: Kawal Demokrasi, Jaga Indonesia

Date:

Ini Bukan Katanya, Tapi ini Fakta

Bisnisnews.net || Ada yang sedang berubah dari Wajah kekuasaan di negeri ini. Bukan sekadar kebijakan. Bukan sekadar arah pembangunan.Tetapi cara kekuasaan memandang rakyatnya sendiri.

Kritik yang dahulu dirayakan sebagai vitamin demokrasi, kini perlahan diposisikan sebagai ancaman. Perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi tanda hidupnya republik, justru dicurigai sebagai ancaman makar.

Kita menyaksikan bagaimana kebijakan publik lahir tanpa cukup dialog, tanpa transparansi yang memadai, bahkan tanpa kepekaan terhadap realitas sosial yang dihadapi rakyat.

Di saat yang sama, ruang-ruang kritik menyempit. Suara-suara yang berbeda mulai ditekan dengan cara yang halus hingga yang paling kasar: intimidasi, teror, kriminalisasi, upaya pembunuhan dengan penyiraman air keras terhadap Andri Yunus/Aktivis Kontras, hingga stigmatisasi sebagai antek asing, musuh negara.

Ini Bukan Sekadar Gejala. Ini Tanda Bahaya

Sebab demokrasi tidak runtuh dalam satu malam. Ia dilemahkan perlahan. Ketika kritik dibungkam, ketika ketakutan diproduksi, dan ketika kekuasaan mulai alergi terhadap kontrol publik.

Lebih ironis lagi, semua ini terjadi di tengah narasi besar tentang efisiensi dan keberpihakan pada rakyat. Namun publik justru melihat pemborosan kebijakan, inkonsistensi arah, dan keputusan-keputusan yang jauh dari rasa keadilan.

Sebenarnya, untuk siapa negara ini bekerja?

Dalam situasi seperti ini, diam Adalah pengkhianatan yang paling porno. Diam juga adalah bentuk persetujuan haram jadah yang paling berbahaya.

Karena itu, Halal Bihalal Barikade 98 tahun ini, tidak dimaksudkan sebagai seremoni rutin pasca Idul Fitri. ini adalah panggilan Sejarah dalam Mengawal Demokrasi dan Menjaga Indonesia.

Demokrasi tidak boleh diserahkan begitu saja kepada kekuasaan. Karena Republik ini terlalu mahal untuk dibiarkan berjalan tanpa kritik. Dan sebagai generasi yang pernah menjatuhkan otoritarianisme, kita tidak akan tinggal diam Ketika kritisme publik dibunuh dan menjadi mayat yang terkapar dirumahnya sendiri. Dan Kita juga tidak akan pernah rela melihat tanda-tanda kembalinya wajah itu dalam bentuk yang baru.***

Panjang Umur Perlawanan,
Sehat Selalu Perjuangan

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mentan Amran Dorong Kolaborasi Kampus untuk Swasembada Pangan, Apresiasi Inovasi UGM

Bisnisnews.net - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mendorong...

Bulog Siapkan Ribuan Ton Beras SPHP untuk 1.250 Kopdes Merah Putih

Bisnisnews.net - Distribusi beras subsidi pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan...

Sukabumi Terbaik! BAZNAS Kabupaten Sukabumi Sabet Penghargaan Tertinggi di Rakornas BAZNAS 2026 Jakarta

Bisnisnews.net - Grand Mercure Kemayoran Jakarta menjadi saksi prestasi...

Presiden Prabowo Rombak Sejumlah Jabatan Strategis, Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Wakil Panglima TNI

Bisnisnews.net – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara...