Bisnisnews.net || Berbekal lima pasang payung dan kursi pantai, Pak Bewok (54), warga Citepus, membuktikan bahwa ketekunan di pesisir pantai mampu membuahkan hasil yang manis. Selama 13 tahun terakhir, pria yang menggunakan nama samaran tersebut setia mengadu nasib dengan menjajakan dagangan di bibir Pantai Baldes, Kabupaten Sukabumi, demi menghidupi keluarganya.
Usaha yang ia rintis dari bawah ini ternyata membuahkan pencapaian yang membanggakan. Berkat kegigihannya berjualan di kawasan wisata tersebut, Pak Bewok berhasil menyekolahkan kedua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sebuah prestasi yang ia wujudkan dari hasil berjualan es kelapa muda, kopi, bakso ikan, dan aneka jajanan ringan kepada wisatawan yang berkunjung.
Dalam kesehariannya, Pak Bewok membuka lapak sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 20.00 malam. Ia mengakui bahwa kunci bertahan di kawasan wisata adalah kesabaran, terutama saat menghadapi kondisi pantai yang sepi di hari kerja.
“Kalau hari biasa memang tidak menentu, kadang sepi sekali. Tapi saya tetap buka untuk mencari rezeki tambahan. Kalau sudah masuk Sabtu dan Minggu, baru bisa bernapas lega karena pengunjung ramai,” ujar Pak Bewok saat ditemui di lokasi, Rabu 08/04/2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa hasil dari berjualan di bibir pantai ini ia kelola dengan cermat agar kebutuhan pendidikan anak-anaknya tetap terpenuhi.
“Prinsip saya yang penting anak bisa kuliah. Apapun hasilnya, mau ramai atau sepi, saya syukuri. Lima payung dan kursi ini adalah saksi bagaimana saya menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan mereka,” tambahnya dengan nada haru.
Kisah perjalanan hidup Pak Bewok menjadi potret nyata perjuangan pelaku usaha mikro di kawasan pesisir. Di balik teriknya matahari dan pasang surutnya jumlah wisatawan di Pantai Baldes, ia tetap konsisten menjalankan usahanya dengan harapan agar masa depan anak-anaknya dapat lebih cerah melalui pendidikan yang ia perjuangkan dengan sepenuh hati.***
Editor : M. Nabil
(Yosep)