Bazar Kuliner Ramadan di Sukabumi Jadi Ajang Promosi 35 UMKM, Pelaku Usaha Raup Cuan Melimpah

Date:

Bisnisnews.net || Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Melalui kegiatan Bazar Culinary Ramadan yang digelar di Gelanggang Cisaat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal untuk meramaikan pasar kuliner Ramadan.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan, bazar yang berlangsung selama sepekan ini diikuti oleh 35 pelaku UMKM binaan DKUKM. Para pelaku usaha tersebut menawarkan berbagai pilihan menu, mulai dari aneka takjil hingga hidangan berat yang banyak diburu masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuti Harahap, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah lama digelar untuk memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat akan kuliner selama bulan Ramadan.

Menurutnya, kegiatan bazar ini telah digagas sejak beberapa tahun lalu dan terus dilaksanakan hingga sekarang karena dinilai mampu membantu mempromosikan produk UMKM sekaligus meningkatkan penjualan pelaku usaha kecil.

“Program ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama, sejak masa kepemimpinan Ibu Yani Marwan. Saat itu Pak Bupati juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas KUKM. Jadi setiap Ramadan kami memanfaatkan momentum ini karena masyarakat biasanya mencari makanan untuk takjil maupun menu berbuka,” ujar Sri, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, seluruh tenant yang terlibat merupakan UMKM binaan DKUKM yang sebelumnya telah melalui proses seleksi. Dari banyaknya pelaku usaha di Kabupaten Sukabumi, pihaknya memilih pelaku usaha yang dinilai mampu menyediakan produk kuliner yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Jumlah UMKM di Kabupaten Sukabumi sebenarnya sangat banyak, tetapi untuk kegiatan ini kami memilih yang sudah dikurasi agar produk yang dijual beragam dan sesuai dengan kebutuhan kuliner masyarakat. Saat ini ada 35 tenant yang berpartisipasi,” jelasnya.

Berbagai jenis makanan dijajakan di lokasi bazar, seperti mie hijau, donat, risol, beragam camilan, hingga sate. Kehadiran bazar ini pun langsung mendapat sambutan dari masyarakat yang datang untuk berburu menu berbuka puasa.

Terkait capaian penjualan, DKUKM tidak menetapkan target omzet tertentu. Hal ini karena kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum sehingga jumlah pembeli tidak dapat diprediksi secara pasti.

“Kami tidak menetapkan target khusus. Memang ada kupon yang dibagikan untuk perangkat daerah, tetapi kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Jadi jumlah transaksi yang terjadi akan dihitung dari laporan penjualan setiap tenant selama kegiatan berlangsung,” terangnya.

Di akhir pelaksanaan bazar, DKUKM akan mengumpulkan laporan penjualan dari seluruh pelaku UMKM yang terlibat untuk mengetahui total perputaran ekonomi yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pemerintah daerah juga melakukan promosi melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial serta dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sukabumi.

Sri berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sehingga produk-produk UMKM lokal semakin dikenal sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

“Kami terus melakukan promosi agar masyarakat datang ke sini. Dari dua hari pertama terlihat cukup ramai. Harapannya masyarakat umum yang datang lebih banyak sehingga mereka bisa menikmati kuliner Sukabumi sekaligus membantu menggerakkan UMKM,” katanya.

Selain menghadirkan bazar kuliner, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai aktivitas lain, seperti penampilan anak-anak TK, SD, dan PAUD, lomba musikalisasi Islami, lomba menggambar, hingga pemberian santunan bagi anak yatim yang akan digelar pada hari penutupan.

Salah seorang pelaku UMKM yang ikut serta dalam bazar tersebut, Dahlia, mengaku merasakan peningkatan penjualan sejak mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut produk yang dijualnya cukup diminati oleh pengunjung.

“Alhamdulillah jualannya lancar dan cukup laris,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pada hari ketiga bazar, laba bersih yang diperolehnya mencapai sekitar Rp300 ribu per hari setelah dikurangi biaya bahan dan operasional lainnya. Menurutnya, omzet yang diperoleh selama mengikuti bazar jauh lebih besar dibandingkan saat berjualan dari rumah.

“Kalau dibandingkan dengan jualan di rumah, di sini omzetnya bisa naik sampai lima kali lipat,” ujarnya.

Dahlia juga menjelaskan bahwa usaha yang dijalankannya merupakan bagian dari program Sekolah Alam yang melibatkan orang tua dan anak-anak dalam kegiatan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Produk yang dijual merupakan hasil kreativitas para orang tua untuk mendukung program tersebut.

“Biasanya saya jualan di rumah. Ini merupakan kegiatan gabungan orang tua dalam program sekolah alam. Anak-anak sedang belajar tentang kearifan lokal dan nantinya mereka juga akan melakukan perjalanan ke Gresik untuk mengenal kehidupan masyarakat yang masih kental dengan budaya lokal,” jelasnya.

Melalui kegiatan bazar ini, DKUKM Kabupaten Sukabumi berharap Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di daerah tersebut.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK

Bisnisnews.net || Sejumlah santriwati yang diduga menjadi korban pelecehan...

Pemkab Sukabumi Berlakukan Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Bantargadung

Bisnisnews.net || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat...

Sepi Pengunjung, Pemkot Sukabumi Siapkan Langkah Menghidupkan Kembali Pasar Peninggalan Ridwan Kamil

Bisnisnews.net || Pasar Lembursitu di kawasan Pelabuhan II, Kecamatan...

Kades Neglasari Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa dan PBB

Bisnisnews.net || Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menetapkan Kepala Desa...