Bisnisnews.net || Deretan Kepala Daerah se-Jawa Barat, tampak memadati menara Bank BJB di Jalan Naripan, Rabu 28/01/2026. Di antara mereka, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas hadir mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI—sebuah forum strategis yang membahas satu isu krusial: kemandirian fiskal daerah.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin. Di ruang diskusi tersebut, Komisi II DPR RI menegaskan peran pengawasan agar daerah mampu menggali potensi pendapatannya sendiri.
Tujuannya jelas, memastikan sumber-sumber pendapatan daerah benar-benar menjadi tulang punggung pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Diskusi semakin mengerucut ketika Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman, memaparkan sejumlah strategi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mulai dari optimalisasi pajak dan retribusi daerah, pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi sistem pemungutan, hingga peningkatan mutu layanan publik agar kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terus tumbuh.
Bagi Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, isu kemandirian fiskal tidak bisa dipandang parsial. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Dukungan regulasi yang berpihak pada daerah dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan berkelanjutan.
“Kemandirian fiskal tidak mungkin dicapai sendiri-sendiri. Tanpa kolaborasi yang kuat, target tersebut akan sulit diwujudkan secara optimal,” tegas Andreas dalam forum tersebut.
Ia juga menilai, penguatan fiskal daerah bukan semata soal angka pendapatan, melainkan soal keberanian berinovasi, komitmen memperbaiki sistem, serta konsistensi dalam membangun kepercayaan publik.
Melalui kunjungan kerja ini, para kepala daerah berharap lahir rekomendasi strategis yang mampu memperkuat kapasitas fiskal di Jawa Barat.
Lebih dari itu, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan nyata dalam mendorong pembangunan yang lebih merata—termasuk bagi Kabupaten Sukabumi—agar daerah tidak hanya bergantung pada transfer pusat, tetapi mampu berdiri kokoh dengan kekuatan sendiri.***
Editor : M. Nabil
(IFU)