Bisnisnews.net || Pemerintah mulai merealisasikan penyediaan hunian bagi warga yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan 600 unit hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, mengunjungi langsung pembangunan hunian tetap, pada Kamis (01/01/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan huntara dibangun dalam bentuk bangunan memanjang dengan sejumlah unit yang tersusun rapi. Setiap unit berdempetan dan dipisahkan oleh dinding tembok, dilengkapi satu pintu dan satu jendela di bagian depan.
Masing-masing hunian memiliki luas sekitar 4,5 x 4,5 meter atau kurang lebih 22 meter persegi. Ruangan di dalamnya dibuat tanpa sekat, sehingga dapat dimanfaatkan secara fleksibel oleh penghuni.
Dalam satu unit, ruangan memungkinkan untuk diisi dua tempat tidur, lemari pakaian, serta kipas angin. Untuk bagian atap, bangunan huntara menggunakan material seng.
Selain tempat tinggal, kawasan huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari jaringan WiFi hingga area taman bermain bagi anak-anak.
Fasilitas umum lainnya yang disiapkan meliputi 14 musala, 14 dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi guna menunjang kebutuhan sehari-hari para penghuni.
Rencananya, seluruh 600 unit huntara di Aceh Tamiang akan diserahterimakan kepada warga pada 8 Januari 2026. Pembangunan ini menjadi tahap awal dari program besar pemerintah dalam menyediakan sekitar 15 ribu hunian bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.***
Editor : M. Nabil
(IFU)