Bisnisnews.net || Akses transportasi menuju kawasan wisata Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, terhenti total setelah badan jalan di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, mengalami amblas pada Kamis (18/12/2025) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul Haris, menjelaskan bahwa sejak kejadian, petugas kepolisian bersama warga dan unsur PUPR langsung melakukan penanganan awal di lokasi. Upaya tersebut difokuskan pada pengamanan jalur serta evakuasi kendaraan yang sempat terjebak sebelum jalan ambruk lebih parah.
“Sejak pagi kami bersama masyarakat dan PUPR berada di lokasi untuk membantu evakuasi kendaraan yang terjebak di jalur wisata Pajampangan, tepatnya di Kampung Cimapag,” ujar Arif.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara, amblesnya badan jalan tergolong cukup ekstrem. Kedalaman lubang diperkirakan mencapai sekitar lima meter, sementara panjang ruas jalan yang rusak sekitar 50 meter. Dengan kondisi kontur jalan yang curam, jalur tersebut dinyatakan tidak layak dilalui oleh kendaraan apa pun.
“Baik roda dua maupun roda empat sudah tidak bisa melintas. Di sekitar lokasi juga sempat terjadi longsor susulan, termasuk di jalur Sabuk Geopark Ciletuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada pukul 11.00 WIB, longsor kembali terjadi di titik lain yang berjarak kurang lebih 700 meter dari lokasi awal. Kawasan tersebut memang dikenal rawan longsor, bahkan kejadian serupa pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya.
Sebagai langkah antisipasi, arus lalu lintas menuju Pajampangan dialihkan melalui jalur Lengkong. Sementara itu, jalur Sabuk Geopark Ciletuh dilaporkan tidak dapat digunakan karena turut terdampak longsor. Polisi telah memasang rambu peringatan dan melakukan penjagaan ketat agar pengendara tidak mendekati area berbahaya.
Salah seorang warga, Asep Unus (58), mengaku telah melihat tanda-tanda kerusakan pada badan jalan sejak malam hari sebelum kejadian. Saat itu, ia melihat adanya retakan kecil, namun kondisi jalan masih tampak normal.
“Dari malam sudah ada retakan, tapi jalannya masih kelihatan aman. Pagi-pagi pas mau lewat, tiba-tiba langsung turun,” katanya.
Asep menuturkan, penurunan badan jalan terjadi secara bertahap namun cepat. Dalam waktu kurang dari satu jam, kondisi jalan berubah drastis.
“Dari jam lima pagi jalannya terus turun. Dalam sekitar 30 menit kondisinya makin parah,” ujarnya.
Saat kejadian, Asep sedang dalam perjalanan menuju Surade untuk mengantarkan sembako. Hingga kini, petugas bersama warga masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.***(RAF)
Editor : M. Nabil