Bisnisnews.net || Sebanyak 15 warga Kota Sukabumi diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah direkrut untuk bekerja ke luar negeri dengan tawaran pekerjaan yang disebut ringan dan hanya bermodalkan telepon genggam. Salah satu korban berinisial YY dilaporkan kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan karena diduga terjebak di kawasan konflik bersenjata di perbatasan Thailand dan Kamboja.
Direktur LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, menyampaikan bahwa informasi tersebut diperoleh dari keterangan orang tua korban. Menurutnya, YY diajak berangkat ke Kamboja oleh mantan suaminya yang merupakan Warga Negara Indonesia dan saat ini bekerja di negara tersebut.
“Orang tua korban mendapat informasi bahwa YY dijanjikan pekerjaan ringan di Kamboja, cukup menggunakan HP. Namun, pekerjaan itu diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penipuan daring,” ujar Rangga, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, keberangkatan YY terjadi pada Selasa (9/12/2025). Sejak awal, pihak keluarga telah melarang YY pergi ke luar negeri, tetapi korban tetap berangkat setelah menerima uang dan fasilitas dari pihak yang mengajaknya. “Korban menerima kiriman dana sekitar Rp15 juta untuk biaya keberangkatan serta sebuah ponsel yang digunakan untuk komunikasi dengan perekrut di Kamboja,” jelasnya.
YY diketahui meninggalkan rumahnya di Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menggunakan jasa ojek. Ia diantar menuju rumah seorang agen yang identitas dan alamat pastinya hingga kini belum diketahui. “Berdasarkan keterangan orang tua, lokasi agen tersebut masih berada di wilayah Kota Sukabumi,” kata Rangga.
Rangga menilai, keberadaan agen perekrut seharusnya dapat ditelusuri oleh aparat penegak hukum apabila kasus ini dilaporkan secara resmi. “Jejaknya masih sangat mungkin diungkap, termasuk dari keterangan pengemudi ojek yang mengantar korban,” ujarnya.
Tak hanya YY, di lokasi agen tersebut ternyata terdapat korban lainnya. Rangga mengungkapkan bahwa terdapat 14 orang lain yang diberangkatkan bersamaan. “Total ada 15 warga Sukabumi yang diduga menjadi korban dalam kasus ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi YY dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan bahwa korban berada di wilayah konflik. “Mereka sempat transit di Thailand sebelum menuju Kamboja. Saat ini YY dikabarkan berada di area perbatasan Thailand–Kamboja yang tengah dilanda konflik,” pungkas Rangga.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak keluarga korban untuk memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan dan kondisi YY.***(RAF)
Editor : M. Nabil