Bisnisnews.net || Pengelolaan limbah di dapur SPPG Limusnunggal berjalan dengan baik dan terstruktur. Hal itu dipaparkan Elvi Silvia, selaku PIC SPPG Cibeureum-Limusnunggal, Kota Sukabumi, Senin (08/12/2025).
Menurutnya, jenis limbah terbanyak berasal dari sisa kupasan sayuran yang muncul setiap hari dari proses pengolahan makanan.
Sementara itu, limbah dari menu saji seperti selada termasuk yang paling sedikit, karena sebagian besar hidangan lainnya selalu habis dikonsumsi oleh penerima manfaat.
“Alhamdulillah, makanan yang disajikan hampir selalu habis. Hanya selada yang kadang menyisakan sedikit,” ungkapnya singkat.
Untuk limbah non-organik seperti kardus (dus) dan minyak jelantah, pihak dapur telah menyiapkan area khusus di luar dapur. Limbah tersebut dikumpulkan di gudang tersendiri untuk kemudian dijual setelah jumlahnya cukup. Hasil penjualan nantinya akan disalurkan untuk kebutuhan para relawan.
Adapun limbah organik seperti sisa sayuran, ikan, dan telur langsung dimasukkan ke kantong sampah. Setiap hari, seluruh sampah yang terkumpul wajib diangkut oleh petugas kebersihan untuk dibawa ke TPS, sehingga kebersihan dapur tetap terjaga dan tidak menimbulkan bau maupun risiko kesehatan.
SPPG tersebut saat ini melayani sekitar 1.290 penerima manfaat, sehingga pengelolaan sampah yang efektif menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung operasional dapur umum.
Ia juga menegaskan bahwa kedisiplinan dalam mengelola limbah merupakan komitmen bersama seluruh relawan, demi memastikan kenyamanan, kebersihan, dan kelancaran pelayanan pangan bagi masyarakat.***
Editor : M. Nabil
(IFU)