Tiga Hari Diterjang Hujan Ekstrem, Kota Sukabumi Kewalahan: Pemkot Percepat Penanganan dan Evaluasi Tata Air

Date:

Bisnisnews.net || Dalam tiga hari terakhir, Kota Sukabumi menghadapi tekanan cuaca ekstrem yang memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai titik. Sejak Rabu (3/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025), hujan deras bertubi-tubi membuat kota itu tak luput dari banjir limpasan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah warga yang rusak.

Puncak gangguan terjadi pada Jumat sore, ketika 19 lokasi di lima kecamatan dilaporkan terdampak banjir dan insiden lainnya. Sebagian besar merupakan banjir limpasan yang dipicu meluapnya saluran air yang tidak mampu menahan intensitas hujan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, meninjau sejumlah lokasi terdampak dan menemukan bahwa penyempitan saluran air menjadi salah satu faktor pemicu.
“Curah hujan memang tinggi, tetapi banyak saluran yang mengalami penyempitan. Di Gang Holil, Selabatu, misalnya, ada pekerjaan perbaikan sungai yang menyebabkan ruang aliran air berkurang. Saat diguyur hujan deras, air langsung meluber,” jelasnya, Minggu (7/12/2025).

Bobby menekankan bahwa persoalan ini tidak hanya soal infrastruktur. Sampah yang terbawa arus dan menyumbat aliran sungai juga memperburuk situasi.
“Setiap hujan deras, sampah bermunculan di mana-mana. Ketika masuk ke aliran sungai, sumbatan terjadi dan menyebabkan air meluap,” tegasnya.

Untuk mengurangi dampak bencana susulan, Pemkot Sukabumi mengerahkan perangkat daerah teknis untuk melakukan pembersihan, penanganan kedaruratan, hingga pemantauan titik rawan. Mengingat BMKG memperkirakan intensitas hujan masih cukup tinggi, pemerintah meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Bobby juga menyoroti pentingnya peran Kelurahan Siaga Bencana sebagai unit terdepan dalam mitigasi risiko. Ia mendorong tiap kelurahan menyiapkan anggaran kebencanaan tersendiri, terlebih kondisi fiskal daerah sedang tidak longgar.

“Mitigasi dan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Wilayah harus dipantau terus agar potensi bencana bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Bencana pada Jumat tercatat melanda 11 kelurahan di Kecamatan Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, dan Baros. Pemkot telah menyalurkan bantuan darurat berupa alat tidur, sembako, hygiene kit, serta pemasangan terpal untuk melindungi rumah warga dari hujan susulan.

Di tengah dinamika cuaca yang tak menentu, pemerintah daerah menilai evaluasi tata air kota dan peningkatan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci menekan risiko bencana di masa mendatang.*** (RAF)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN UP3 Sukabumi Gelar Jumat Berbagi “Saling Menguatkan”, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Sekitar

Bisnisnews.net – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk...

60 Tahun Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Dari Tradisi Pesisir Jadi Magnet Wisata Ekonomi Baru

Bisnisnews.net – Tradisi Syukuran Nelayan Ujunggenteng genap 60 tahun....

Pemkot Sukabumi Optimalkan Posbakum, Warga Bisa Selesaikan Sengketa Hukum di Tingkat Kelurahan

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat pelayanan hukum...