Bayang-Bayang Trauma Selama Satu Dekade, GM Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan Pelecehan di Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Selama lebih dari sepuluh tahun, GM (28), perempuan asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, hidup dalam ketakutan yang tak pernah benar-benar padam. Peristiwa yang dialaminya pada 2014 itu terus menghantui hingga kini — sebuah luka psikologis yang membawanya pada keberanian untuk melapor dan meminta keadilan.

Kuasa hukum GM, Ferry Gustaman, menyampaikan bahwa laporan resmi telah dimasukkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi. Menurutnya, keputusan GM untuk melapor bukanlah proses yang mudah, mengingat trauma yang masih melekat kuat.

“Laporannya sudah diterima PPA. Korban mengalami tekanan mental yang berat sejak kejadian itu, dan bagi kami bukti-bukti yang ada sangat memprihatinkan,” kata Ferry, Jumat (21/11/2025).

Ferry menjelaskan, trauma yang dialami GM muncul kembali setiap kali ia pulang ke kampung halaman atau melihat sesuatu yang mengingatkannya pada sosok terduga pelaku. Meski kini tinggal di Tangerang, bayang-bayang masa lalunya masih sangat kuat.

“Trauma itu tidak pernah benar-benar hilang. Setiap kali ada momen yang berkaitan dengan kejadian tersebut, ketakutannya muncul lagi,” ujarnya.

Kasus bermula ketika GM aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli di sekolahnya. Pelatih yang juga terduga pelaku diduga memanfaatkan posisinya untuk mendekati dan menggiring GM ke dalam situasi yang membuatnya tidak berdaya. Dengan alasan membantu meningkatkan kemampuan, pelaku bahkan mengajak korban untuk memasang susuk di bagian tubuh yang sensitif.

“Salah satu modusnya adalah menjanjikan peningkatan kemampuan voli dengan cara yang tidak masuk akal, termasuk memasang susuk. Ada juga janji beasiswa hingga bantuan kebutuhan lain, terutama menyasar anak-anak dari keluarga yang ekonominya terbatas,” terang Ferry.

Selama bertahun-tahun GM memilih bungkam. Rasa takut, malu, dan tekanan mental membuatnya tak sanggup bersuara. Titik balik itu datang ketika ia finally membagikan ceritanya melalui media sosial. Unggahan tersebut langsung mengundang respons besar—muncul pengakuan dari beberapa orang yang mengaku mengalami hal serupa dari pelaku yang sama.

“Setelah ia mengutarakan kisahnya di medsos, banyak yang ikut bercerita. Ini menunjukkan dugaan bahwa peristiwa serupa terjadi berulang selama bertahun-tahun,” jelas Ferry.

Ferry berharap kepolisian dapat bergerak cepat mengingat kemungkinan jumlah korban yang lebih banyak dari yang terlaporkan saat ini.

“Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti. Dari bukti dan percakapan yang masuk, indikasinya korban tidak hanya satu atau dua,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Temui Wamenpora, Pemkot Sukabumi Usulkan Revitalisasi Stadion dan Pembangunan Fasilitas Pemuda

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi melakukan audiensi dengan Wakil...

Mediasi Gagal, Sengketa Lahan Dapur SPPG di Pamuruyan Berlanjut ke Jalur Hukum

Bisnisnews.net || Polemik kepemilikan lahan yang kini digunakan sebagai...

Gogosan Jalur Akibat Hujan Deras, Perjalanan KA Siliwangi Sukabumi–Cipatat Dihentikan Sementara

Bisnisnews.net || Perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi kembali...

UU PPRT Disahkan, Jutaan Pekerja Rumah Tangga Kini Wajib Dapat THR, Cuti, dan BPJS

Bisnisnews.net || Pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)...