Bisnisnews.net || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Cisolok dan Cikakak pada Senin, 27 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, banjir bandang mulai melanda sekitar pukul 16.40 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyebutkan bahwa banjir paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Cisolok akibat meluapnya Sungai Cisolok.
“Dari hasil asesmen sementara petugas di lapangan, banjir bandang menyebabkan dampak cukup besar di Kecamatan Cisolok,” kata Eki dalam keterangannya, Senin malam dikutip PRMN.
Sedikitnya 500 kepala keluarga atau sekitar 1.500 jiwa terdampak di Kampung Tugu Cikahuripan. Sementara itu, 150 jiwa terdampak di Kampung Marinjung Desa Karangpapak, 150 jiwa di Kampung Cigoler Desa Cisolok, 18 jiwa di Kampung Cikondang Desa Wangunsari, 5 jiwa di Kampung Cikondang Desa Karangpapak, serta 12 jiwa di Kampung Cikelat.
Selain banjir, longsor juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Cisolok, di antaranya Kampung Pamokoan Desa Sukarame dengan 20 jiwa terdampak, serta Kampung Cikondang Desa Wangunsari dengan 18 jiwa terdampak.
Di wilayah Kecamatan Cikakak, petugas Pusdalops BPBD Sukabumi mencatat longsor terjadi di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana, yang menyebabkan satu rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan.
“Petugas kami langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ini kami masih melakukan asesmen lanjutan terkait potensi bencana susulan,” ujar Eki.
BPBD Sukabumi telah mendirikan posko bencana di Kantor Kecamatan Cisolok serta menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak. Posko pengungsian juga disediakan di Lapangan Eks Sinar Ciomas Kampung Tugu Desa Cikahuripan dan SDN 1 Cisolok.
Menurut Eki, kebutuhan paling mendesak bagi warga saat ini meliputi sandang, pangan, air bersih, obat-obatan, selimut, tenda dome, makanan cepat saji, serta peralatan kebersihan seperti cangkul, sekop, genset, dan pompa air. “Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan pembersihan material sisa banjir,” pungkasnya. ***
Editor : M. Nabil
(Aab)