Bisnisnews.net || Semangat untuk mengembalikan kejayaan kopi Sukabumi kembali berkobar. Seorang petani muda, Indra Saputra, memprakarsai penanaman ribuan pohon kopi di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, sebagai langkah awal membangun kembali kejayaan komoditas “emas hitam” yang pernah mendunia.
Kegiatan yang dimulai Minggu (12/10/2025) itu menjadi tahap awal dari program penanaman 10 ribu pohon kopi Robusta dan Liberica dalam dua tahun ke depan. Pada tahap pertama, Indra bersama komunitasnya menanam sekitar 500 pohon di lahan seluas lima hektare.
“Ini bukan sekadar tanam kopi, tapi gerakan membangkitkan semangat bertani di kalangan anak muda. Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi petani itu keren dan punya masa depan,” ujar Indra, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, penanaman dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi alam dan hasil riset pertumbuhan kopi. Jenis Robusta dan Liberica dipilih karena dinilai paling cocok dengan suhu dan kontur tanah kawasan Ciletuh yang cenderung panas.
Selain di sektor hulu, Indra juga menyiapkan langkah pengembangan ke hilir, mulai dari pengolahan biji, roasting, hingga penyeduhan. Ia menargetkan kawasan kebunnya menjadi pusat edukasi dan wisata kopi terpadu. “Kami ingin orang bisa belajar langsung dari pohon hingga cangkir kopi. Semua prosesnya ada di sini,” tuturnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan sejumlah praktisi kopi nasional, di antaranya Adi Taroepratjeka, Mia Lakhsmi, dan Rivo Trie dari Specialty Coffee Indonesia. Mereka membantu dalam analisis bibit dan pendampingan teknis agar kopi yang ditanam memenuhi standar mutu tinggi.
Adi menilai, langkah yang dilakukan Indra menjadi terobosan penting untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap dunia pertanian. “Selama ini banyak yang menganggap petani itu tidak menarik, padahal mereka justru memiliki aset nyata. Tanah adalah sumber kekayaan yang sesungguhnya,” kata Adi.
Ia berharap gerakan ini bisa menular ke daerah lain dan memantik semangat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian. “Menanam itu pekerjaan mulia. Kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, hasilnya bisa menjadi warisan berharga bagi masa depan,” ujarnya.
Indra mengaku gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap makin berkurangnya lahan produktif di Sukabumi yang beralih fungsi menjadi perumahan dan industri. Ia menilai perlu ada langkah nyata untuk menjaga keseimbangan alam dan menghidupkan kembali sektor pertanian rakyat.
“Banyak lahan pertanian yang hilang. Kalau kita tidak mulai sekarang, nanti semuanya terlambat. Kami ingin kopi kembali menjadi kebanggaan Sukabumi seperti dulu,” ujarnya.
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal dan menjamurnya kedai kopi di berbagai daerah, Indra optimistis kopi Sukabumi bisa kembali bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“Kami punya potensi besar. Sekarang tinggal kerja nyata dan kolaborasi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil