Bisnisnews.net || Upaya Kota Sukabumi memperkuat kemandirian fiskal menarik perhatian DPR RI Komisi VI dan rombongan Pemerintah Gorontalo dalam Morning Tea and Sharing Session di Balai Kota Sukabumi, Senin (15/9/2025).
Acara ini dipimpin oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Sekda Kota Sukabumi H. Andang Tjahyadi, bersama Anggota DPR RI Komisi VI, Rachmat Gobel.
Dalam paparannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar Sukabumi tidak sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat.
Berbagai inovasi diperkenalkan, mulai dari digitalisasi layanan pajak, integrasi sistem keuangan, hingga kemitraan dengan lembaga keuangan dan aparat penegak hukum. Optimalisasi aset daerah dan peningkatan peran BLUD juga menjadi fokus utama.
“Kita menargetkan rasio fiskal bisa naik dari 35 persen menjadi 63 persen. Dengan fiskal yang kuat, setiap program pembangunan dapat lebih mudah diwujudkan,” ungkap Ayep.
Rachmat Gobel menyatakan ketertarikannya mempelajari strategi tersebut dan menilai Sukabumi bisa menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain. Ia menyoroti bahwa kepemimpinan daerah perlu menggabungkan semangat kewirausahaan dengan birokrasi agar mampu menghasilkan terobosan baru.
“Anggaran yang terbatas bisa menjadi kekuatan bila dikelola dengan efisien dan kreatif. Prinsip inilah yang kami lihat di Sukabumi,” ujar Rachmat.
Selain diskusi, kegiatan ini juga diawali dengan olahraga bersama di Lapang Merdeka, yang sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi dan citra positif Sukabumi di mata tamu dari luar daerah.
Pertemuan ini mempertegas posisi Sukabumi bukan hanya sebagai kota yang sedang membangun kemandirian fiskal, tetapi juga sebagai laboratorium praktik inovasi daerah yang dapat ditiru dan diadaptasi oleh daerah lain di Indonesia.***(RAF)
Editor : M. Nabil