Bisnisnews.net || Ratusan warga Kota Sukabumi tampak memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh kecamatan pada Sabtu (30/8/2025). Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau, di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Di Kecamatan Citamiang, pusat kegiatan GPM Kota Sukabumi, warga berbondong-bondong membeli beras medium yang disalurkan Perum Bulog. Setiap kecamatan mendapat jatah tujuh ton beras dengan harga Rp60.000 per pack—lebih rendah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET).
Salah seorang warga, Sri (42), mengaku terbantu dengan adanya bazar ini. “Lumayan sekali, harganya lebih murah dari pasaran. Jadi bisa lebih hemat untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi. Ia menyebut, kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah konkret memperkuat kemandirian pangan.
“Pemerintah pusat sudah menyiapkan stok nasional hingga empat juta ton beras tahun ini, tanpa impor. Ini pencapaian penting dalam membangun ketahanan pangan kita,” jelasnya.
Bobby menambahkan, GPM tidak hanya sekadar menjual sembako murah, tetapi juga menjadi sarana membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Ia berharap program ini dapat terus berjalan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung.
Selain untuk kebutuhan jangka pendek, pemerintah juga menargetkan Indonesia dapat menjadi negara eksportir pangan pada 2026.
“Kalau harga pangan stabil, daya beli masyarakat terjaga, maka ketahanan ekonomi daerah juga akan semakin kuat,” kata Bobby.
Antusiasme warga dalam menyambut program ini menunjukkan bahwa kehadiran GPM benar-benar dibutuhkan. Bagi masyarakat, harga beras murah sangat berarti, sementara bagi pemerintah, program ini menjadi instrumen penting menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan.***(RAF)
Editor : M. Nabil