Pendekatan Humanis Pemerintah Tembus Lapisan Warga Lewat Abdi Nagri Nganjang Ka Warga

Date:

Bisnisnews.net || Sabtu (26/7/2025) menjadi hari yang penuh warna di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah, bukan sekadar untuk menyaksikan pertunjukan budaya, tapi juga untuk merasakan langsung bagaimana pemerintah mendekat lewat layanan yang bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari. Inilah wajah baru birokrasi yang ingin lebih manusiawi—dalam balutan program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga.

Tak lagi dibatasi dinding kantor, layanan publik kini hadir di ruang terbuka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Sukabumi membawa lebih dari 50 layanan langsung ke hadapan masyarakat—mulai dari urusan administrasi kependudukan, kesehatan, hukum, hingga pendampingan UMKM. Semuanya dikemas dalam suasana yang akrab dan penuh nuansa budaya lokal.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyebut momentum ini sebagai “transformasi hubungan antara negara dan rakyat”. Ia menegaskan bahwa hadirnya layanan bukan hanya soal efisiensi, tapi soal empati.

“Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, kami ingin memulihkan dan membangun kepercayaan. Ini bukan seremoni, ini wujud nyata perubahan pola pelayanan publik yang lebih inklusif,” ujar Ayep.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang datang langsung menyapa warga, memperkuat semangat tersebut. Dalam pidatonya, Dedi menolak paradigma lama yang menjadikan pemimpin jauh dari rakyat.

“Pemimpin harus bisa disentuh, didengar, dan hadir bersama rakyat. Hanya dengan begitu, pembangunan bisa menjawab kebutuhan yang sebenarnya,” tegasnya.

Tak sekadar pidato, Gubernur juga menyerahkan bantuan rehabilitasi pasar dan santunan sosial, simbol bahwa kehadiran pemimpin harus memberi dampak konkret.

Kehangatan acara makin terasa saat seni budaya khas Jawa Barat ditampilkan. Iringan gamelan, tarian tradisional, dan pertunjukan rakyat menjadi jembatan yang menyatukan antara birokrasi dan warga dalam satu irama kebersamaan.

Banyak warga yang menyampaikan rasa terkejut sekaligus haru, karena merasakan suasana pelayanan yang berbeda. Salah satunya adalah Ibu Yani (46), warga Kelurahan Cikole, yang datang bersama anak-anaknya.

“Biasanya urus dokumen harus ke kantor, sekarang semua ada di sini. Bisa sambil nonton hiburan juga. Ini baru pelayanan dari hati,” ujarnya sambil tersenyum.

Program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga bukan hanya soal pelayanan teknis. Ia telah menjelma menjadi simbol baru tentang bagaimana negara hadir—tidak kaku, tidak berjarak, dan lebih mendengar. Sukabumi pun memperlihatkan bahwa ketika pendekatan budaya dan kemanusiaan dijadikan poros, kepercayaan masyarakat pun tumbuh dengan sendirinya.

Sebagai tuan rumah edisi ke-17, Kota Sukabumi mempertegas visinya sebagai kota pelayanan yang hidup di tengah rakyat, bukan hanya di atas kertas.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berkah Teramabyar Festival Musik Sukabumi, Pedagang Jas Hujan di Suryakencana Raup Untung Puluhan Lusin

Bisnisnews.net || Acara Terambyar Festival Musik Sukabumi 2026 yang...

Di Balik Magnet, Dari Trauma Label hingga Obsesi “Sunda Emperor”

Bisnisnews.net || Di balik riuh tepuk tangan di Stadion...

Terambyar Festival Sukabumi Siap Digelar, 8 Artis Papan Atas Bakal Tampil

Bisnisnews.net || Puluhan awak media memadati press conference Terambyar...

HUT ke-112 Jadi Panggung Arah Kebijakan, Sukabumi Dorong Fiskal dan Percepatan Infrastruktur

Bisnisnews.net || Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota...