Pelatihan Bukan Sekadar Program, Pemkot Sukabumi Gunakan Vokasi untuk Lawan Ketimpangan Ekonomi

Date:

Bisnisnew.snet || Di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan akses pekerjaan yang terbatas, Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah nyata dengan menghadirkan pelatihan vokasi sebagai instrumen transformasi sosial. Salah satunya melalui Pelatihan Vokasi Pengolahan Pangan bagi Wirausaha Baru Angkatan II Tahun 2025, yang digelar pada Selasa (22/7/2025) di Hotel Balcony.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebijakan inklusif dan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan kini benar-benar diwujudkan di lapangan. Dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin bangkit secara ekonomi melalui jalur kewirausahaan.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar agenda rutin, tapi bagian dari perjuangan memberdayakan masyarakat yang selama ini kurang mendapat akses pendidikan atau modal. Ini cara kita membangun ekonomi dari bawah,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Pelatihan ini menggabungkan keterampilan teknis seperti pengolahan dan pengemasan produk pangan dengan pendekatan kewirausahaan, pemasaran digital, dan manajemen usaha kecil. Peserta didorong tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga memiliki mentalitas mandiri.

Pemkot juga telah menyiapkan skema pembiayaan berbasis solidaritas sosial melalui program Qordhul Hasan, yakni pinjaman tanpa bunga yang berfungsi sebagai jembatan awal bagi pelaku usaha ultra mikro. Uniknya, skema ini dirancang untuk memperkuat mental pengusaha dalam hal tanggung jawab dan manajemen keuangan—sesuatu yang sering luput dalam program bantuan konvensional.

Lebih dari 120 pelaku usaha telah bergabung dalam inkubator keuangan ini, dengan penambahan rata-rata 40 UMKM per bulan. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perluasan pelatihan dan kemudahan akses.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa seluruh kebijakan pembangunan diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat terbawah. Ia menyinggung soal pengurangan belanja perjalanan dinas dan alokasi ulang anggaran tersebut untuk insentif langsung kepada warga.

“Tidak masuk akal jika kita bicara soal kemiskinan, tapi anggaran habis untuk perjalanan luar kota. Tahun 2024, insentif warga baru Rp11 miliar. Tahun depan kita targetkan Rp33 miliar lebih, langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, pelatihan ini juga memiliki dimensi budaya dan identitas lokal. Diversifikasi produk pangan yang diajarkan didasarkan pada bahan-bahan lokal dan kearifan tradisional, menjadikan usaha mikro tidak hanya sebagai alat ekonomi, tapi juga sarana menjaga warisan daerah.

Dengan pendekatan ini, Pemkot Sukabumi menempatkan pelatihan vokasi sebagai salah satu strategi pemerataan pembangunan—di mana setiap warga diberi peluang untuk mandiri secara ekonomi dan berdaya secara sosial.

“Ini bukan sekadar pelatihan, ini perubahan. Bukan hanya soal bisnis, tapi soal keadilan,” tutup Ayep Zaki.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UMKM Jajanan Dafisa Terus Berkembang, Usaha Kuliner yang Mulai Curi Perhatian di Jalan Raya Simpenan

Bisnisnews.net || Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali...

Dharma di Tengah Badai, Mengawal Mandat Suci Prabowo-Gibran

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98 dan Presidium...

MBG Bukan Ladang Bisnis: Ini Soal Masa Depan Bangsa

Oleh: Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net ||...

Reuni Ubur-Ubur di Terambyar Fest, Wawali Sukabumi Bobby Maulana Duet dengan Aldi Taher

Bisnisnews.net || Stadion Suryakencana berubah menjadi lautan manusia yang...