Kadis KUKM Kabupaten Sukabumi: Kopdes Merah Putih Jadi Motor Distribusi Efisien

Date:

Bisnisnews.net || Peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/7/2025), membawa harapan baru bagi warga dalam mengakses kebutuhan dasar secara lebih mudah, murah, dan merata.

Tidak sekadar menjadi lembaga ekonomi, koperasi ini muncul sebagai solusi nyata terhadap persoalan distribusi barang-barang pokok di tingkat desa, seperti gas LPG, air mineral, hingga hasil pertanian lokal.

“Koperasi ini sudah mulai jual gas, air mineral, dan mengelola hasil pertanian seperti jagung dan ikan. Ini contoh konkret bagaimana koperasi bisa jadi motor distribusi yang efisien di desa,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi yang hadir dalam peluncuran tersebut.

Menurutnya, warga desa selama ini kerap dihadapkan pada kesenjangan distribusi barang kebutuhan pokok—baik dari segi harga, jarak, maupun ketergantungan pada pengecer luar. Melalui koperasi, desa bisa mengatur sendiri jalur suplai dan rantai pasok, sekaligus memastikan harga yang lebih adil untuk warga.

“Kalau koperasi yang mengelola, maka distribusi bisa dipangkas dari jalur panjang ke jalur pendek. Dari koperasi langsung ke warga. Itu esensi ekonomi kerakyatan yang sebenarnya,” ungkapnya.

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Sasagaran, Ridwan, menjelaskan bahwa koperasi mereka bukan hanya menjual barang, tapi juga menjadi pusat pengelolaan ekonomi lokal. Ke depan, mereka merencanakan perluasan usaha ke sektor pupuk, karena mayoritas warga adalah petani yang memerlukan akses mudah ke sarana produksi pertanian.

Meski masih dalam tahap awal, model distribusi berbasis koperasi seperti ini dinilai sangat potensial untuk direplikasi di desa-desa lain. Terlebih, seluruh 386 desa dan kelurahan di Kabupaten Sukabumi kini telah memiliki koperasi yang sah secara hukum.

“Sudah keluar akta pendirian dan SK koperasi untuk semua desa. Tinggal tunggu peluncuran tingkat kabupaten. Tapi yang paling penting, bagaimana koperasi ini betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar nama,” kata Sigit.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan kelembagaan, tata kelola, dan pelatihan manajemen kepada koperasi desa, agar mampu menjadi pilar utama distribusi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita fasilitasi, kita damping, tapi koperasi ini milik warga. Maka yang paling penting, warga harus merasa memiliki dan menjalankan koperasi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri,” ujarnya.

Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih, Desa Sasagaran menunjukkan bagaimana solusi distribusi kebutuhan dasar bisa dibangun dari bawah—oleh warga, untuk warga—tanpa ketergantungan pada mekanisme pasar luar desa yang tak selalu berpihak.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Nobar Persib vs PSM Makassar di Desa Sayati Berlangsung Aman, Polisi Lakukan Monitoring

Bisnisnews.net – Kegiatan nonton bareng pertandingan Persib Bandung melawan...

Pinjol dan Judol: Ketika Kemudahan Digital Berubah Menjadi Jebakan Sosial

Oleh : Dede Heri Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net...

Paska Konferensi PWI ke VI : Dengan Literasi Bangun Sinergi Terjemahkan Visi Sukabumi Mubarakah

Di ruang tengah yang hangat, obrolan mengalir santai tanpa...

Libur Panjang, Wisatawan Padati Wahana Keranjang Langit di Situ Gunung Sukabumi

Bisnisnews.net - Libur panjang akhir pekan dimanfaatkan banyak wisatawan...