Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat, Pemkot Sukabumi Dorong Gerakan Wakaf dan Ekonomi Inklusif

Date:

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong transformasi peran masjid, dari sekadar tempat ibadah menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Para Penerima Insentif Guru Berdaya dan Relawan Masjid yang digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi, Rabu (2/7/2025).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan pentingnya masjid sebagai episentrum gerakan ekonomi keumatan yang berkeadilan dan inklusif. Ia menyebut, upaya memperkuat penggiat keagamaan tidak hanya sebatas penghargaan, tapi bagian dari strategi membangun ketahanan sosial melalui jalur spiritual dan kemandirian ekonomi.

“Kebangkitan umat tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masjid. Kita ingin menjadikan masjid sebagai pusat syiar sekaligus pusat peradaban ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Dalam kaitan ini, Pemerintah Kota Sukabumi secara konsisten menggalakkan program wakaf produktif, terutama dengan mendorong sertifikasi aset tanah wakaf melalui kolaborasi dengan BPN dan BPR. Menurut Ayep, legalitas tanah wakaf adalah fondasi penting untuk pengelolaan ekonomi umat yang berkelanjutan.

“Jika aset wakaf memiliki kekuatan hukum, maka akan lebih mudah dimanfaatkan untuk usaha produktif, pendidikan, dan layanan sosial. Ini visi kita menjadikan Sukabumi sebagai Kota Wakaf,” tegasnya.

Tak hanya berfokus pada umat Islam, Pemkot juga menunjukkan komitmennya terhadap nilai inklusivitas dengan memastikan penggiat keagamaan non-Muslim juga mendapatkan perhatian dan dukungan yang proporsional. Hal ini sejalan dengan semangat persaudaraan lintas iman yang diusung kota religius ini.

Wali Kota juga menyoroti tantangan sosial yang masih menghantui, seperti angka kemiskinan yang mencapai 25.000 warga. Untuk itu, Pemkot tengah merancang strategi pendanaan kreatif yang melibatkan potensi zakat, CSR perusahaan, dan dana wakaf sebagai sumber alternatif selain APBD.

“Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil adalah kunci. Masjid dan tempat ibadah lainnya harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang inklusif,” ucap Ayep.

Acara pembinaan ini sendiri menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan para relawan keagamaan, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina moral dan spiritual masyarakat. Diakhiri dengan foto bersama dalam suasana hangat, kegiatan ini menjadi simbol semangat kolektif membangun Sukabumi sebagai kota yang tidak hanya religius, tapi juga tangguh dan berkeadilan sosial.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua DPRD Sukabumi Dukung Penuh Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia di Cikembar

Bisnisnews.net – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali,...

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Jadi 5,75%, Jaga Rupiah dan Inflasi

Bisnisnews.net - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga...

DKUKM Sukabumi Perkuat Koperasi dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

Bisnisnews.netv– Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten...

Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam, Kabupaten Sukabumi Masuk Fase Swasembada Berkelanjutan 

Bisnisnews.net - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H.Ade Suryaman menghadiri...